BPK Buka 4 Skenario Buruk Usai Covid-19: Utang, Sembako Mahal

CNN Indonesia
Kamis, 21 Oct 2021 13:25 WIB
BPK mencatat empat skenario terburuk pasca pandemi, antara lain utang negara yang harus dibayar melonjak dan sembako mahal. BPK mencatat empat skenario terburuk pasca pandemi, antara lain utang negara yang harus dibayar melonjak dan sembako mahal. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencatat empat skenario berpotensi terjadi di Indonesia pasca pandemi covid-19. Skenario terburuk ini bisa terjadi pada periode 2021-2026.

Ketua BPK Agung Firman Sampurna menjelaskan skenario terburuk yang akan terjadi disebut 'kandas terlantar surutnya pantai'. Hal ini dikarenakan respons pemerintah kurang efektif di tengah meredanya pandemi covid-19.

"Di sini pemulihan ekonomi melambat. Pertumbuhan ekonomi lebih rendah dari sebelum pandemi," ungkap Agung dalam Peluncuran Buku Pendapat (Strategy Foresight) BPK, Kamis (21/10).


Mengutip langsung dari buku Strategy Foresight, skenario terburuk lainnya yang akan terjadi adalah pemerintah kehilangan kemampuan untuk mengendalikan harga sembako. Hal ini karena koordinasi pemerintah cukup buruk di antara lembaga kementerian dan lembaga.

"Harga beras kualitas biasa dan sedang sering mengalami gejolak karena masalah pasokan," tulis BPK.

Selain itu, jumlah pokok dan bunga utang negara yang harus dibayar juga melonjak. Sementara, target penerimaan pajak diproyeksi tidak tercapai.

Selanjutnya, Agung menjelaskan skenario ketiga dinamakan dengan tercerai berai terhempas lautan. Jika ini terjadi, artinya respons pemerintah kurang efektif dan pandemi memburuk.

Dalam skenario ini, harga sembako juga diproyeksi melonjak. Sehingga, harganya menjadi tidak terjangkau oleh kelas bawah.

Walhasil, daya beli masyarakat menengah dan bawah anjlok. Mereka tidak bisa memanfaatkan stimulus ekonomi pemerintah.

"Utang naik melebihi batas yang ditentukan undang-undang," imbuh Agung.

Lalu, defisit APBN juga berpotensi melebihi batas yang tertera di undang-undang, penerimaan pajak tidak optimal, dan banyak masyarakat meminta penundaan pembayaran pajak.

Sementara, dalam skenario dua situasinya lebih baik. Dalam skenario ini, respons pemerintah lebih efektif, tetapi situasi pandemi memburuk.

Dari segi ekonomi, harga sembako terjangkau. Lalu, pasokan dan distribusi barang juga terjamin.

Kemudian, untuk skenario pertama seluruh keadaan akan jauh membaik. Perekonomian tumbuh lebih kuat.

Hal ini karena membaiknya kualitas infrastruktur, regulasi, dan kepercayaan investor. Lalu, defisit APBN juga terjaga di bawah 3 persen karena penerimaan negara meningkat.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER