Kementerian BUMN Desak Pertamina Evaluasi Total Kilang Cilacap

CNN Indonesia
Selasa, 16 Nov 2021 07:07 WIB
Kementerian BUMN mendesak Pertamina mengevaluasi total kilang minyak di Cilacap, Jawa Tengah, pasca dua kali kebakaran dalam setahun. Kementerian BUMN mendesak Pertamina mengevaluasi total kilang minyak di Cilacap, Jawa Tengah, pasca dua kali kebakaran dalam setahun. (REUTERS/Aziz Taher).
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara Menteri BUMN Arya Sinulingga mendesak agar PT Pertamina (Persero) mengevaluasi total kilang mereka di Cilacap, Jawa Tengah. Soalnya, kebakaran di tangki kilang Cilacap terjadi dua kali dalam setahun.

Pertama terjadi pada Juni 2021 lalu dan yang teranyar terjadi pada Sabtu (13/11) petang. Oleh karena itu, evaluasi secara menyeluruh dinilai penting agar insiden serupa tidak lagi terulang.

"Mengenai kejadian terbakarnya tangki di Cilacap, ini kan sudah beberapa kali. Kami sudah minta Pertamina lalukan evaluasi, khususnya di Cilacap, kenapa sampai bisa ada kejadian seperti itu," kata Arya kepada Wartawan, Senin (15/11) malam.


Menurut dia, perusahaan minyak negara harus mengantisipasi kejadian serupa di masa depan dan melakukan perbaikan (improvement). "Jadi harus evaluasi total, khususnya Cilacap," jelasnya.

Sebagai informasi, kebakaran melanda tangki 36 T-102 di kilang minyak Pertamina Cilacap Sabtu (13/11) petang. Api sempat padam pada pukul 23.05 WIB, namun kembali berkobar.

Baru pada Minggu (14/11) pukul 07.45 WIB, api berhasil dipadamkan total dan dipastikan aman sekitar pukul 09.15 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Puluhan warga yang sempat diungsikan juga telah pulang ke rumah masing-masing.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati pada konferensi pers pekan lalu menyatakan bakal melakukan evaluasi dan investigasi atas kejadian tersebut. Namun hingga kini belum jelas apa penyebab kebakaran dan berapa kerugian yang ditimbulkan.

[Gambas:Video CNN]



(wel/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER