Airlangga Sebut 41 Persen Lahan Sawit Dimiliki Petani Kecil

Safyra Primadhyta | CNN Indonesia
Rabu, 17 Nov 2021 21:00 WIB
Menko Airlangga mendorong kepemilikan lahan sawit oleh petani kecil yang perlu didukung dalam menghadapi isu perubahan iklim. Menko Airlangga mendorong kepemilikan lahan sawit oleh petani kecil yang perlu didukung dalam menghadapi isu perubahan iklim. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan jumlah petani kecil yang mengelola lahan perkebunan sawit mencapai 41 persen. Untuk itu, ia menilai perlu ada dukungan bagi petani 'wong cilik' tersebut.

"Masyarakat memiliki 41 persen [lahan kebun sawit], oleh karena itu smallholder sawit perlu diberikan dukungan terutama dalam menghadapi isu perubahan iklim," kata Airlangga dalam Pekan Riset Sawit Nasional 2021, Rabu (17/11).

Walau mendominasi dari segi lahan, ia mengatakan hasil dari kebun rakyat masih lebih kecil dibandingkan hasil sawit yang diproduksi perusahaan swasta maupun BUMN.


Airlangga mengungkapkan dukungan pemerintah terhadap masyarakat yang memiliki lahan sawit diangkat isunya dalam pertemuan pimpinan dunia COP26 di Glasgow, Skotlandia.

Dalam forum Forest, Agriculture, Commodity and Trade Dialogue Indonesia yang berperan sebagai Co-Chair bersama Inggris menyatakan komitmennya untuk mendukung keberadaan smallholder lahan kelapa sawit.

Selain itu, ia menilai pertanian khususnya kelapa sawit memiliki peran penting untuk pembangunan berkelanjutan utamanya dalam mempromosikan pembangunan ekonomi, mengurangi kemiskinan, dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan.

"Smallholders memiliki beberapa tantangan terutama terkait produktivitas dan kapasitas," ujarya.

Airlangga menjelaskan jika pasar kelapa sawit semakin menginginkan adanya standar lingkungan yang tinggi, maka smallholder akan terdampak paling awal.

Kemudian, ia menambahkan pemerintah akan memberi dukungan melalui kemudahan akses keuangan untuk menjawab tantangan terkait tata kelola dan logistik.

Di lain sisi, Airlangga yang juga merupakan Ketua Komite Pengarah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mengungkapkan potensi kelapa sawit hasil B30 dapat meningkat dibandingkan tahun lalu.

"Sawit juga mendorong kemandirian energi, mengurangi emisi gas, dan mengurangi impor solar sebesar Rp38 T di tahun 2020 dan tahun ini diperkirakan dapat menghemat devisa dengan program B30 sebesar Rp56 triliun," jelasnya.

Lebih lanjut, industri kelapa sawit yang mempekerjakan 16,2 juta orang dapat menghasilkan ekspor pada Oktober mencapai US$22 miliar. Capaian tersebut membuat porsi sawit dalam komoditas ekspor non migas mencapai 15,6 persen dan berkontribusi 3,5 persen terhadap PDB Indonesia.

[Gambas:Video CNN]



(fry/sfr)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER