Bantuan Presiden Rp15,36 T Sudah Cair ke 12,8 Juta Pengusaha 'Cilik'

CNN Indonesia
Kamis, 18 Nov 2021 13:04 WIB
Kemenkop UKM menyebut 12,8 juta pengusaha kecil sudah mendapatkan bantuan presiden Rp15,36 triliun per November kemarin. Kemenkop UKM menyebut 12,8 juta pengusaha kecil sudah mendapatkan bantuan presiden Rp15,36 triliun per November kemarin. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Koperasi dan UKM menyebut Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) senilai Rp15,36 triliun sudah disalurkan ke 12,8 juta pelaku usaha mikro per November ini.

"BPUM merupakan salah satu program yang dicanangkan pemerintah dalam rangka penanggulangan ekonomi nasional, sehingga program ini diharapkan mampu menjadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi pada masa pandemi covid-19," kata Deputi Pembiayaan Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Irene Swa Suryani seperti dikutip dari Antara, Kamis (18/11).

Lebih lanjut, ia mengatakan penyaluran BPUM itu terbagi menjadi dua tahap. Pada tahap pertama telah terealisasi 100 persen hingga Juli 2021 kepada 9,8 juta pelaku usaha mikro dengan total anggaran sebesar Rp11,76 triliun.


Pada tahap kedua, telah terealisasi 100 persen hingga November 2021 kepada 3 juta pelaku usaha mikro sebesar Rp3,6 triliun. 

"Untuk Provinsi Lampung, pelaku usaha mikro yang telah ditetapkan sebagai penerima BPUM sebanyak 243.873 penerima dengan anggaran sebesar Rp292.6 miliar," ujar Irene.

Menteri Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan selain bantuan presiden, pemerintah juga telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke para pelaku usaha kecil. Dari total KUR sebesar Rp285 triliun yang digelontorkan pemerinta, sampai dengan saat ini sudah tersalurkan Rp244,9 triliun atau setara 85,92 persen.

KUR telah menyasar 6,48 juta debitur.

[Gambas:Video CNN]

Selain itu, pemerintah juga telah menyalurkan modal kerja bagi 162 koperasi dengan pagu anggaran mencapai Rp1,6 triliun. Hingga kini dana yang disalurkan oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) telah terealisasikan sebesar 80,27 persen.

Teten menegaskan bahwa usaha mikro memiliki peran penting bagi ekonomi masyarakat, namun harus menghadapi sejumlah masalah.



(antara/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER