Porsi Anggaran Litbang di RI Cuma 0,28 Persen dari PDB

CNN Indonesia
Sabtu, 20 Nov 2021 05:50 WIB
Bappenas klaim porsi anggaran untuk penelitian dan pengembangan di Indonesia masih di bawah 1 persen terhadap PDB. Bappenas klaim porsi anggaran untuk penelitian dan pengembangan di Indonesia masih di bawah 1 persen terhadap PDB. (Humas Kementerian PPN/Bappenas).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri PPN atau Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan proporsi pengeluaran penelitian dan pengembangan (litbang) terhadap produk domestik bruto (PDB) atau gross domestic expenditure on R&D (GERD) Indonesia baru 0,28 persen. Ini berarti total dana yang disiapkan untuk litbang masih rendah.

"Kalau anggaran memang berdasarkan GERD baru 0,28 persen," ungkap Suharso dalam Pembukaan Forum Komunikasi Riset dan Inovasi 2021, Jumat (19/11).

Padahal, sambung Suharso, pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi masuk dalam program prioritas pemerintah. Pasalnya, ilmu dan pengetahuan akan mempengaruhi rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024.


"Dalam RPJMN 2020-2024 pemerintah menargetkan peningkatan hasil penelitian untuk kajian," imbuh Suharso.

Ia menganggap butuh kolaborasi sumber dana untuk mengembangkan litbang di dalam negeri. Dengan kata lain, dananya tak hanya berasal dari APBN atau APBD.

"Bisa dari APBN, APBD. Pengambilan kebijakan harus bisa pahami dengan baik bahwa tersedia sumber anggaran yang bisa digunakan untuk dorong riset yang berkaitan dengan kebutuhan lembaga-lembaga," jelas Suharso.

Dalam paparan yang disajikan oleh Suharso, terdapat realokasi anggaran litbang di kementerian/lembaga (k/l) sebesar Rp10,51 triliun. Rinciannya, realokasi dari biaya operasional Rp5,04 triliun dan non operasional Rp5,46 triliun.

"Ini sangat penting dan mudah-mudahan anggaran yang bisa kami pilih ini Bappenas hitung kalau bisa sampai dengan Rp26 triliun," pungkas Suharso.

[Gambas:Video CNN]

(aud/agt)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER