Ekonom Nilai Dana Pendidikan Tak Perlu Besar, yang Penting Efektif

CNN Indonesia
Jumat, 19 Nov 2021 12:09 WIB
Ekonom Indef Aviliani menilai dampak penggunaan anggaran pendidikan masih belum efektif. Hal itu tercermin dari kualitas pendidikan RI yang masih tertinggal. Ekonom Indef Aviliani menilai dampak penggunaan anggaran pendidikan masih belum efektif. Hal itu tercermin dari kualitas pendidikan RI yang masih tertinggal. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Gautama Padmacinta).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani menilai pemerintah harus mengkaji lagi efektivitas belanja pendidikan yang mencapai 20 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) setiap tahunnya. Sebab, menurutnya, alokasi dana ini seharusnya tak perlu asal besar, yang penting efektif.

"Jangan sampai kita terus gedein pengeluaran, misalnya anggaran pendidikan selalu besar 20 persen (dari APBN). Bukan tidak boleh, tapi efektivitasnya harus ditinjau lagi," ungkap Avi, sapaan akrabnya, di Webinar Pengelolaan Keuangan Negara saat Pandemi, Kamis (18/11).

Pada APBN 2021, pemerintah memang mengalokasikan lagi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari total anggaran. Jumlahnya mencapai Rp549,5 triliun.


Namun, menurut Avi, dampak penggunaan anggaran masih belum efektif. Hal ini tercermin dari kualitas hingga sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia yang masih tertinggal.

Terkait hal ini, Direktur Penyusunan APBN Kemenkeu Rofyanto Kurniawan mengatakan pemerintah memang sengaja memberikan alokasi anggaran yang besar untuk pendidikan karena Indonesia relatif tertinggal dari negara-negara lain. Kendati demikian, ia sependapat bahwa besarnya anggaran ini perlu dilihat lagi efektivitasnya.

"Kita pahami kualitas pendidikan di Indonesia masih perlu ditingkatkan, kita masih tertinggal dari negara tetangga, padahal anggaran pendidikan kita cukup besar, ini artinya kita perlu melakukan penguatan, perbaikan," ujar Rofyanto pada kesempatan yang sama.

Untuk mencapai efektivitas tersebut, ia mengatakan Kemenkeu melihat perlu ada sinergi yang lebih kuat lagi antara pemerintah pusat dan daerah.

Pasalnya, sebagian besar anggaran pendidikan yang ada di APBN diberikan ke daerah. Jumlahnya bisa mencapai Rp300 triliun atau lebih dari setengahnya.

"Tapi kami sadari perlu sinergi untuk meningkatkan kurikulum, kualitas guru, termasuk juga murid-murid yang miskin juga perlu dibantu melalui KIP dan lainnya, makanya kita terus sinergi sehingga anggaran pendidikan ini bisa optimal untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(uli/sfr)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER