Sistem Ekonomi Tradisional: Pengertian, Ciri, Kelebihan dan Kekurangan

Tim | CNN Indonesia
Kamis, 25 Nov 2021 16:07 WIB
Sistem ekonomi tradisional biasanya dijalankan erat dengan tradisi atau kebiasaan yang telah mengakar di tengah masyarakat. Berikut penjelasan lengkapnya. Ilustrasi. Sistem ekonomi tradisional biasanya dijalan berdasarkan tradisi atau kebiasaan yang telah mengakar di tengah masyarakat. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setiap negara akan menjalankan sistem ekonominya masing-masing. Sistem ini diterapkan untuk mengatasi masalah perekonomian yang ada.

Ada berbagai macam sistem ekonomi yang diketahui. Salah satunya adalah sistem ekonomi tradisional, yang akan dibahas dalam artikel ini.

Sistem ekonomi sendiri pada dasarnya merupakan cara yang diambil sebuah negara dalam mengatur seluruh kegiatan ekonomi, baik dalam skala negara atau pemerintah, swasta, hingga rumah tangga.

Sistem ini diterapkan dengan tujuan mencapai kesejahteraan masyarakat. Kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi berperan besar dalam sebuah sistem ekonomi.

Pengertian Sistem Ekonomi Tradisional

Sejumlah petani menanam padi jenis Inpari 42 di lahan rawa di areal 'food estate' Dadahup, Desa Bentuk Jaya, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Rabu (21/4/2021). Kementerian Pertanian mencatat produktivitas 'food estate' di lahan rawa Kalteng meningkat dari hasil sebelumnya 2-3 ton per hektare kini menjadi lima ton per hektare. Pada tahun 2021 Kementan mencoba optimalisasi lahan rawa di Kalteng seluas 30 ribu hektare. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.Ilustrasi. Sistem ekonomi tradisional biasanya dilakukan berdasarkan tradisi atau kebiasaan yang mengakar di tengah masyarakat. (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

Sistem ekonomi satu ini biasanya memiliki hubungan erat dengan tradisi dan adat istiadat. Umumnya negara yang bergantung dengan sektor pertanian masih menerapkan sistem ekonomi satu ini.

Dalam modul Sistem Ekonomi Tradisional Daerah Jawa Tengah yang dirilis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), menyebutkan bahwa di dalam sistem ekonomi ini, pola produksi, distribusi, dan konsumsi masih bersumber pada pengetahuan yang telah dianut dari masa ke masa dan sudah melekat di tengah masyarakat.

Sistem ekonomi tradisional merupakan tanggapan aktif manusia pendukung suatu kebudayaan terhadap lingkungannya, dalam usaha memenuhi kebutuhannya sesuai dengan pola pelaksanaan yang sifatnya tradisional.

Masyarakat yang menerapkan sistem ekonomi ini biasanya merupakan masyarakat yang belum memiliki pembagian kerja, masih melakukan sistem barter. Produksi dan distribusi juga terbentuk karena tradisi dan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau masyarakat.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Tradisional

Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Hijauan Pakan Ternak (HPT) Padang Mengatas di Kabupaten Payakumbuh. ANTARA/HO/Kementerian PertanianIlustrasi. Sistem ekonomi tradisional biasanya dianut oleh negara-negara agraris. (ANTARA/HO/Kementerian Pertanian)

Sistem ekonomi ini memiliki beberapa ciri. Berikut di antaranya mengutip modul EKONOMI untuk pembelajaran SMA dari Kemendikbud.

1. Belum ada pembagian kerja/spesialisasi dalam kegiatan ekonomi.
2. Menerapkan sistem barter dalam kegiatan perdagangan.
3. Jenis produksi ditentukan sesuai kebutuhan.
4. Hubungan masyarakat bersifat kekeluargaan.
5. Umumnya bertumpu pada sektor agraris.
6. Kegiatan ekonomi terikat pada adat istiadat.
7. Alat produksi masih sederhana.
8. Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan telah melekat di tengah masyarakat.
9. Menjadikan kekayaan alam sebagai sumber penghidupan utama.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional

Masing-masing sistem ekonomi tentu memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional

1. Memotivasi masyarakat untuk menjadi produsen.
2. Terhindar dari persaingan tidak sehat karena produksi tidak ditujukan untuk mencari keuntungan.
3. Sistem barter membuat masyarakat cenderung jujur.
4. Mendorong kerja sama dan kerukunan individu dalam kelompok masyarakat.
5. Perekonomian cenderung stabil.
6. Alam relatif terjaga, karena tak ada eksploitasi.

Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional

1. Kegiatan ekonomi dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup saat ini.
2. Sulit mempertemukan kedua belah pihak yang saling membutuhkan.
3. Produktivitas rendah.
4. Sulit menetapkan ukuran dari barang yang ditukarkan.
5. Kualitas barang hasil produksi rendah.
6. Kegiatan ekonomi tidak meningkatkan taraf hidup masyarakat.
7. Masyarakat kurang berkembang karena cenderung menolak perubahan.

Beberapa negara diketahui masih menerapkan sistem ekonomi tradisional, seperti sejumlah negara di Afrika Tengah, Ethiopia, dan Malawi.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER