Ekspor Sektor Industri Capai Rp2.050 T hingga Oktober 2021

Safyra Primadhyta | CNN Indonesia
Rabu, 24 Nov 2021 14:51 WIB
Menperin Agus mengungkapkan ekspor sektor industri mencapai US$143,76 miliar atau sekitar Rp2.050 triliun hingga Oktober 2021. Menperin Agus mengungkapkan ekspor sektor industri mencapai US$143,76 miliar atau sekitar Rp2.050 triliun hingga Oktober 2021. (CNNIndonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan ekspor sektor industri mencapai US$143,76 miliar atau setara Rp2.050 triliun (kurs Rp14.266 per dolar) hingga Oktober 2021.

"Sementara, pada Januari hingga Oktober 2021, tercatat sebesar 77,16 persen atau senilai US$143,76 miliar dari total ekspor nasional sebesar US$186,31 miliar," kata Agus dalam Berita Satu Economic Outlook 2022, Selasa (23/11).

Menurutnya, capaian ini tidak terlepas dari cara pemerintah dalam mengendalikan pandemi di Indonesia. Tak ayal, Agus optimis kinerja industri hingga akhir tahun dapat mendekati target pertumbuhan industri nonmigas sebesar 4 persen dan kontribusinya sebesar 18 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).


Dalam paparannya, subsektor industri makanan dan minuman menyumbang kontribusi tertinggi yakni 38,91 persen. Investasi yang masuk hingga September 2021 mencapai Rp236,79 triliun. Pertumbuhan sektor ini pada kuartal 3 2021 juga positif, 4,12 persen.

Raihan tersebut akhirnya mendorong purchasing manager index (PMI) manufaktur Indonesia naik dan menduduki posisi tertinggi sepanjang sejarah yakni 57,2.

Agus juga menyoroti kinerja industri manufaktur yang cukup baik dengan perolehan sebesar Rp131,1 miliar. Nilai ekspor manufaktur mewakili 80,3 persen dari ekspor nasional pada tahun lalu.

"Pencapaian ini menggambarkan pergeseran produksi dari produk primer ke produk manufaktur yang memiliki nilai tambah," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga sedang fokus terhadap hilirisasi produk pertambangan dengan membuat berbagai smelter seperti smelter nikel yang dapat memproduksi 12,3 juta ton nikel, smelter aluminium sebesar 6 juta ton, dan smelter tembaga sebesar 3,2 juta ton.

Hilirisasi batu bara juga dilakukan dengan melakukan gasifikasi batu bara menjadi olahan lainnya seperti methanol yang dapat diproduksi sebesar 4,5 juta ton per tahun.

"Proyek gasifikasi batu bara didukung sumber batu bara sebesar 38,8 miliar ton. Ini akan mengakhiri penjualan komoditas mentah tanpa ada nilai tambah," katanya.

Ke depan, pihaknya akan terus mengembangkan smelter bagi hilirisasi industri pertambangan lainnya.

[Gambas:Video CNN]



(fry/sfr)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER