Rupiah Perkasa di Rp14.319 di Tengah Kekhawatiran Omicron

CNN Indonesia
Senin, 29 Nov 2021 15:51 WIB
Rupiah menguat 38 poin atau 0,27 persen ke posisi Rp14.319 per dolar AS pada perdagangan Senin (29/10), di tengah kekhawatiran penyebaran varian omicron. Rupiah menguat 38 poin atau 0,27 persen ke posisi Rp14.319 per dolar AS pada perdagangan Senin (29/10), di tengah kekhawatiran penyebaran varian omicron. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.319 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Senin (29/10) sore. Mata uang Garuda menguat 38 poin atau 0,27 persen dibandingkan Rp14.357 per dolar AS pada Jumat (26/10).

Sebaliknya, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.340 per dolar AS atau melemah dari Rp14.280 per dolar AS pada Jumat kemarin.

Di kawasan Asia, rupiah perkasa memimpin penguatan beberapa mata uang dari dolar AS. Penguatan rupiah diikuti dolar Singapura 0,18 persen, yuan China 0,18 persen, peso Filipina 0,1 persen, dan won Korea Selatan 0,05 persen.


Tapi, yen Jepang stagnan. Sedangkan, baht Thailand melemah 0,35 persen, rupee India minus 0,21 persen, ringgit Malaysia minus 0,04 persen, dan dolar Hong Kong minus 0,01 persen.

Mata uang utama negara maju juga bergerak variasi. Euro Eropa melemah 0,44 persen, franc Swiss minus 0,27 persen, dan poundsterling Inggris minus 0,04 persen.

Sementara, rubel Rusia menguat 0,75 persen, dolar Kanada 0,34 persen, dan dolar Australia 0,26 persen.

Senior Analis DC Futures Lukman Leong menilai penguatan rupiah pada hari ini agak anomali. Sebab, rupiah justru berbalik menguat di tengah kekhawatiran dunia terhadap penyebaran covid-19 varian baru, omicron.

"Agak unik penguatan rupiah hari ini, memang di sisi fundamental rupiah masih kuat, namun di tengah ketidakpastian dari reaksi pasar akan varian baru covid-19 omicron," ungkap Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Padahal, sambung dia, tidak ada sentimen positif di pasar keuangan nasional yang cukup mampu menguatkan rupiah. Begitu juga dengan sentimen revisi Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

"Ini tidak terlalu berpengaruh. Jadi, boleh dibilang rupiah sementara ini menjadi tujuan safe haven mengingat Indonesia sukses menekan kasus," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER