Pemkot Bandung Gelar Operasi Pasar Tekan Harga Minyak Goreng

CNN Indonesia
Jumat, 03 Dec 2021 23:40 WIB
Pemkot Bandung menggelar operasi pasar murah minyak goreng demi meredam kenaikan harga yang melambung beberapa waktu terakhir. Pemkot Bandung menggelar operasi pasar murah minyak goreng demi meredam kenaikan harga yang melambung beberapa waktu terakhir. (CNN Indonesia/Fiqih Rusdy Zulkarnain).
Bandung, CNN Indonesia --

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) menggelar operasi pasar murah minyak goreng di Taman Dewi Sartika, Jumat (3/12). Operasi pasar dimaksudkan untuk meredam kenaikan harga minyak goreng yang melambung beberapa waktu terakhir.

"Kami berkolaborasi dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) DPD Jabar melakukan operasi pasar murah minyak goreng. Hal ini dilaksanakan karena akhir-akhir ini harga minyak cukup tinggi. Untuk membantu masyarakat, kami mengadakan operasi pasar ini," imbuh Wali Kota Bandung Oded M Danial.

Lebih lanjut ia menuturkan pelaksanaan operasi pasar dilakukan dalam situasi pandemi covid-19. Karenanya, penyalurannya harus diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi kerumunan.


"Didistribusikannya melalui kecamatan-kecamatan, satu kelurahan diberikan 30pouch(60 liter). Walaupun belum semuanya, tetapi paling tidak bisa sedikit membantu masyarakat," cetus Oded.

Oded mengatakan, minyak goreng murah dengan kualitas premium tersebut harus tepat sasaran kepada warga kurang mampu, terutama mereka yang memiliki usaha mikro kecil menengah atau UMKM.

"Ini (pendistribusiannya) sudah saya tegaskan harus sampai tepat sasaran kepada masyarakat," ucapnya.

Kepala Disdagin Kota Bandung Elly Wasliah mengungkapkan pada operasi pasar ini Disdagin dibantu Aprindo DPD Jawa Barat menyediakan 5.000pouchminyak goreng premium kemasan 2 liter. Ada sembilan ritel yang ikut berkontribusi membantu menyediakan minyak goreng murah kualitas premium ini.

"Hari ini kita sediakan 5.000pouch, berarti ada 10.000 liter minyak goreng. Di sini dijual Rp30.000 per 2 liter. Sedangkan di pasaran sudah bergerak di angka Rp37.000-40.000 per 2 liter," tutur Elly.

Ia menambahkan sesuai keterangan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, penyebab kenaikan harga minyak goreng akibat kenaikan harga minyak sawit dunia. Sehingga harga minyak mentah di dalam negeri turut menyesuaikan.

"Kedua, produksi sawit mengalami penurunan, sehingga mengganggu pasokan minyak goreng, dan sesuai dengan arahan pak wali kota bahwa pemerintah wajib hadir (membantu)," ungkapnya.

[Gambas:Video CNN]



(hyg/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER