Politisi PKS Kritik Pertumbuhan Ekonomi Tak Bisa Dinikmati Rakyat

tim | CNN Indonesia
Sabtu, 04 Dec 2021 17:15 WIB
Nasir Djamil mengkritik klaim pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 hanya dirasakan oleh golongan masyarakat menengah atas. Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Politisi PKS mengkritik pertumbuhan ekonomi 7 persen tidak dinikmati masyarakat kelas menengah ke bawah. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil mengkritik klaim pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 hanya dirasakan oleh golongan masyarakat menengah atas.

"Apakah pertumbuhan ekonomi itu dinikmati oleh pelaku UMKM dan juga mayoritas orang-orang menengah bawah? Itu yang harusnya kita kritisi," kata Nasir dalam diskusi daring, Sabtu (4/12).

Nasir mengatakan pertumbuhan ekonomi semestinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kesejahteraan seharusnya menjadi fokus pemerintah saat pandemi Covid-19.


"Sehingga nanti dalam pemilihan legislatif, pemilihan presiden maka kalau misalnya ini tidak mampu diatasi, kita akan mengulangi hal-hal yang sama pada perhelatan politik sebelumnya," ucapnya.

Nasir mengakui memang ada pertumbuhan ekonomi jika dilihat secara statistik berdasarkan year-on-year (yoy) sebesar 7 persen pada 2021. Namun, menurutnya, jika dilihat secara triwulan, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak naik signifikan.

"Memang BPS mencatat ada pertumbuhan ekonomi 7 persen lebih kurang. Ini kalau kita lihat yoy memang naik dibandingkan 2020 yang minus. Tapi kalau kuartal per kuartal maka sebenarnya tidak signifikan naiknya," ujar Nasir.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2021 sebesar 7,07 persen secara tahunan. Angka tersebut menjadi titik balik setelah pada kuartal pertama 2021 masih mencatat kontraksi -0,74 persen.

Sementara untuk kuartal IV 2021 ini, Presiden Joko Widodo menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,5 persen.

"Di kuartal II, sebetulnya kita sudah melompat ke 7,07 persen. Lompatan yang sangat (tinggi) karena memang mobilitas juga naik. Tetapi, karena (varian) delta di bulan Juli kita lakukan PPKM darurat. (Ekonomi) anjlok lagi di kuartal tiga menjadi 3,51 persen," kata Jokowi, Jumat (3/12).

(mel/vws)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER