Alasan Bappenas Potong Anggaran MPR

aud | CNN Indonesia
Senin, 06 Dec 2021 14:25 WIB
Bappenas mengatakan pemotongan anggaran MPR dilakukan karena anggaran negara terbatas. Bappenas mengatakan pemotongan anggaran MPR dilakukan karena anggaran negara terbatas. (Humas Kementerian PPN/Bappenas).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengaku sengaja memotong anggaran Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tahun ini. Alasannya, karena anggaran negara semakin terbatas.

"Yang memotong anggaran bukan di Kementerian Keuangan, tapi di Bappenas karena amplopnya diberikan segitu dan sedemikian rupa," ungkap Suharso dalam BPS Award Desa Cantik, Senin (6/12).

Ia pun turut bercerita sempat kena 'semprot' Menteri Keuangan Sri Mulyani karena pihaknya disalahkan atas pemotongan anggaran MPR.


"Waktu saya duduk langsung ditembak sama Bu Sri Mulyani dia bilang itu yang motong, saya yang kena," tutur Suharso.

Menurut Suharso, pemotongan anggaran kementerian/lembaga sejatinya dilakukan oleh Bappenas, bukan Kementerian Keuangan.

"Selama ini orang nggak tahu yang memotong itu kami di Bappenas," jelas Suharso.

Sebelumnya, Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) memecat Sri Mulyani dari jabatannya. Salah satu alasannya karena pemotongan anggaran MPR.

Fadel juga mengungkapkan sejumlah kekecewaan lainnya terhadap kinerja Sri Mulyani. Beberapa contohnya, seperti Sri Mulyani tidak menepati janji terkait jumlah pelaksanaan kegiatan Empat Pilar, serta membatalkan kehadiran dalam rapat dengan MPR secara tiba-tiba.

Sementara, Sri Mulyani mengatakan seluruh kementerian dan lembaga harus melakukan refocusing sebanyak empat kali, tak terkecuali MPR. Refocusing anggaran ditujukan untuk membantu penanganan covid-19 di Tanah Air.

[Gambas:Video CNN]

(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER