Paceklik, AP I Tunda Bayar Gaji dan Tunjangan Karyawan

CNN Indonesia
Rabu, 08 Dec 2021 18:24 WIB
AP I menunda pembayaran gaji dan tunjangan karyawannya tahun ini. Operator bandara BUMN itu juga akan mengurangi jumlah karyawan. AP I menunda pembayaran gaji dan tunjangan karyawannya tahun ini. Operator bandara BUMN itu juga akan mengurangi jumlah karyawan. (www.angkasapura1.co.id).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I menunda pembayaran gaji dan tunjangan kepada karyawan perusahaan pada tahun ini. Bahkan, operator bandara BUMN tersebut juga memberi sinyal akan mengurangi sumber daya manusia (SDM) secara bertahap ke depan.

Direktur SDM dan Umum AP I M. Arifin Firdaus mengatakan menunda pembayaran gaji dan tunjangan karyawan dilakukan karena perusahaan tengah kesulitan keuangan. Hal tersebut tercermin dari pendapatan perusahaan yang cuma Rp2,5 triliun per Oktober 2021.

Proyeksinya, total pendapatan perusahaan bakal mentok di kisaran Rp3,2 triliun pada akhir tahun ini. Proyeksi ini turun 17,94 persen dari realisasi pendapatan mencapai Rp3,9 triliun pada 2020.


Bahkan, perusahaan memperkirakan kerugian keuangan bakal mencapai Rp3,24 triliun pada pengujung tahun ini. Sebab, beban perusahaan diproyeksi meningkat hingga tembus Rp6,44 triliun pada tahun ini karena bandara tetap beroperasi, dengan jumlah penumpang minim.

"Sehingga kita memang menunda pembayaran beberapa tunjangan yang seharusnya menjadi hak karyawan, termasuk penundaan terhadap pembayaran gaji," tutur Arifin di konferensi pers virtual, Rabu (8/12).

Kendati begitu, Arifin memastikan kebijakan ini sudah menjadi kesepakatan antara perusahaan dan karyawan, sehingga tidak dilakukan secara sepihak saja. Selain itu, BUMN itu menekankan penundaan bukan berarti tidak membayar gaji dan tunjangan sama sekali, karena nanti akan tetap dilunasi.

"Sifatnya bukan pengurangan tapi penundaan, yaitu kewajiban yang nanti akan dilaksanakan pembayarannya oleh perusahaan. Jadi, ibaratnya pegawai diminta nabung di perusahaan," ucapnya.

Selain menunda pembayaran, ia mengatakan perusahaan juga melakukan efisiensi pembayaran tunjangan transportasi. Hal ini bisa dilakukan karena perusahaan menerapkan skema kerja dari rumah (work from home/WFH) dan kerja dari kantor (work from office/WFO) secara bergantian.

"Saat PPKM ada yang WFH, yang WFO, yang WFO ini betul-betul cuma 25 persen, sehingga aktivitas yang membutuhkan biaya transport jadi berkurang," imbuhnya.

Tak cuma menunda pembayaran gaji dan tunjangan, perusahaan juga berencana mengurangi jumlah karyawan. Ada beberapa skema pengurangan karyawan yang akan diterapkan.

Pertama, karyawan yang sudah memasuki usia pensiun, tidak akan digantikan dengan rekruitmen baru. "Jadi jumlah pegawai akan berkurang secara alami," ungkapnya.

Kedua, perusahaan akan melihat kembali kebutuhan jumlah karyawan di masing-masing program dan kantor cabang. Perhitungan ini baik kepada karyawan tetap maupun kontrak (outsourcing).

Skema ini sejalan dengan rencana perusahaan yang akan menerapkan pengurangan jam operasional di sejumlah bandara ke depan.

Ketiga, perusahaan meninjau lagi kebutuhan sesuai struktur organisasi. Bila ada kesamaan tugas dan bidang, maka akan dilebur, sehingga jumlah karyawan bisa disesuaikan juga.

Kendati begitu, ia belum menjelaskan ke mana sekiranya para karyawan dari dua skema ini akan dialihkan dan berapa estimasi jumlah pengurangan karyawan. Keempat, menawarkan pensiun dini. "Untuk 2022 akan dipersiapkan pensiun dini untuk lebih mempercepat dan lebih mengefektifkan SDM di AP I," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER