Kemenkeu Buka Suara soal Pegawai Terlibat Pemalsuan Data BLBI

CNN Indonesia
Senin, 24 Jan 2022 10:25 WIB
Kemenkeu menyatakan pegawai yang diduga terlibat pemalsuan data BLBI sekarang sudah dinonaktifkan dari jabatan. Kemenkeu menyatakan pegawai yang diduga terlibat pemalsuan data BLBI sekarang sudah dinonaktifkan dari jabatan. Ilustrasi aset sitaan BLBI. (ANTARA FOTO/Fransisco Carolio).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan buka suara terkait penangkapan satu pegawai mereka yang diduga memalsukan aset sitaan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Direktur Hukum dan Humas DJKN Tri Wahyuningsih Retno Mulyani menyebut saat ini satu pegawai yang ditangkap tersebut sudah dinonaktifkan dari jabatan

Tri juga memastikan Kemenkeu bakal menjatuhkan sanksi sesuai dengan ketentuan bila yang bersangkutan terbukti bersalah.


"Yang bersangkutan saat ini sudah di non-aktifkan. Kemenkeu akan memberikan sanksi sesuai ketentuan setelah terbukti bersalah," katanya kepada CNNIndonesia.com, Senin (24/1).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut sejumlah orang, termasuk salah satu pegawai DJKN di Kementerian Keuangan diduga telah memalsukan aset BLBI.

Mereka kini telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pemalsuan surat aset jaminan BLBI.

"Persisnya: 1 orang pegawai DJKN yang sekarang sudah dinonaktifkan. Selebihnya adalah komplotan," ucap Mahfud lewat akun Twitternya, Kamis (20/1).

[Gambas:Video CNN]

Dalam jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Mahfud berkata para pegawai DJKN yang diduga telah memalsukan dokumen aset tersebut beraksi sejak Satgas BLBI belum dibentuk.

Namun, Satgas BLBI menemukan banyak dokumen aset BLBI yang sudah berubah. Sejumlah dokumen aset jaminan itu dipalsukan dan dialihtangankan.

"Beberapa surat jaminan aset BLBI dipalsukan, dialihtangankan dan sebagainya," kata Mahfud.

(wel/agt)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER