Anak Buah Edy Serahkan Kasus Penimbun Jutaan Kg Minyak Goreng ke Polda

fnr | CNN Indonesia
Sabtu, 19 Feb 2022 12:03 WIB
Pemprov Sumut menyatakan pihaknya menyerahkan pengusutan kasus penimbunan minyak goreng ke polisi. Ilustrasi. Pemprov Sumut menyatakan pihaknya menyerahkan pengusutan kasus penimbunan minyak goreng ke polisi. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim Satgas Pangan Provinsi Sumatera Utara menemukan dugaan penimbunan minyak goreng di Deliserdang, Sumatra Utara. Pihak satgas akan menyerahkan proses penegakan hukum ke polisi.

Tercatat sebanyak 1,1 juta kilogram minyak goreng kemasan yang siap untuk dipasarkan itu bertumpuk di gudang salah satu produsen minyak goreng.

Dugaan penimbunan itu ditemukan saat Kepala Biro Perekonomian Provinsi Sumatera Utara, bersama Polda Sumut, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sumut turun ke lapangan mengurai kelangkaan minyak goreng pada Kamis (19/2).

"Kita melakukan sidak ke salah satu produsen minyak goreng, semalam kita ke pasar pasar untuk melihat ketersediaan minyak goreng, beberapa pasar kosong. Tapi kita melihat faktanya didapat stok minyak goreng yang siap dipasarkan sekitar 1,1 juta kilogram bertumpuk di gudang," kata Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sumut Naslindo Sirait, Sabtu (19/2).

Sumut sendiri dipimpin oleh Gubernur Edy Rahmayadi, yang marah atas peristiwa tersebut.

Naslindo menyebutkan pada saat ditemukan petugas yang ada di sana menyampaikan bahwa mereka tidak menyalurkan minyak goreng tersebut ke pasar karena ada kebijakan dari manajemen.

"Kami menyerahkan sepenuhnya kepada Polda Sumut agar diusut sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Saat ini masyarakat kesulitan mendapatkan minyak goreng sementara ada perusahaan yang tidak menyalurkannya," ujarnya.

Naslindo Sirait juga meminta kepada pimpinan perusahaan tersebut agar segera menyalurkan minyak goreng itu ke distributor- distributor yang ada di wilayah Sumatera Utara agar kelangkaan segera teratasi.

"Kami juga akan terus melakukan monitoring dan sidak ke produsen dan distributor lainnya untuk memastikan tidak ada yang melakukan penimbunan," tegasnya.

(asa/asa)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER