CNN Indonesia -- Inflasi adalah peningkatan harga secara umum yang berlangsung secara terus-menerus. Salah satu hal yang tidak dapat dihindarkan dari inflasi adalah nilai mata uang yang terus menurun dari tahun ke tahun atau dalam periode waktu tertentu.
Lantas, apa saja dampak positif dan negatif inflasi terhadap negara?
Inflasi terjadi di setiap negara, baik maju maupun berkembang. Gejala ekonomi ini tidak dapat dihilangkan. Karena itu, upaya-upaya yang dilakukan hanya sebatas mengurangi dan mengendalikan nilainya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan harga beberapa barang dan jasa dengan cepat dan sementara, seperti saat Lebaran atau hari raya lain tidak bisa disebut sebagai inflasi meski sangat memberatkan masyarakat.
Alasannya, syarat terjadinya inflasi yakni kenaikan harga berlangsung dalam waktu yang lama dan meliputi hampir seluruh barang dan jasa.
Dampak Positif dan Negatif Inflasi terhadap Negara
 Ilustrasi. Dampak positif dan negatif inflasi terhadap negara. (Istockphoto/Vergani_Fotografia) |
Terdapat sejumlah dampak positif dan negatif inflasi terhadap negara yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan perekonomian masyarakat.
Berikut daftarnya dikutip dari Rumah Belajar Kemdikbud mengenai Inflasi yang ditulis oleh Helen Purwatiningsih.
1. Dampak inflasi terhadap pendapatan
Inflasi yang terkendali akan meningkatkan kegiatan perekonomian warga di suatu negara. Salah satu contohnya, inflasi akan mendorong berkembangnya ekonomi karena permintaan barang dan jasa meningkat sehingga membuat harganya naik.
Hal tersebut dapat mendorong para pengusaha memperluas produksi sehingga memberikan lapangan kerja baru.
Namun, bagi masyarakat yang penghasilannya tetap atau tidak meningkat dari tahun ke tahun, inflasi akan membuatnya rugi. Alasannya, total pendapatan yang tetap itu jika ditukarkan dengan barang dan jasa, maka hasil yang didapatnya akan lebih sedikit.
Contohnya, seseorang yang memiliki uang Rp 100.000 di tahun 2000 dapat membeli banyak barang di pusat perbelanjaan.
Hal itu akan berbeda jika seseorang tersebut memiliki jumlah uang yang sama di tahun 2022, barang yang akan didapatkannya di tempat belanja yang sama akan jauh lebih sedikit.
2. Dampak inflasi terhadap perekonomian nasional
Inflasi dapat berdampak pada banyak hal dari segi perekonomian nasional, antara lain:
- Investasi berkurang
- Mendorong tingkat bunga
- Mendorong penanam modal yang bersifat spekulatif
- Menciptakan kegagalan pelaksanaan pembangunan
- Menciptakan ketidakpastian keadaan ekonomi pada masa yang akan datang
- Menyebabkan daya saing produk nasional berkurang
- Menimbulkan defisit neraca pembayaran; dan pada akhirnya
- Mengakibatkan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.
3. Dampak inflasi menurunkan minat menabung
Inflasi akan membuat minat menabung kebanyakan orang berkurang karena nilai uang yang yang terus menurun.
Saat inflasi, pendapatan dari bunga tabungan relatif lebih kecil, di sisi lain nasabah mesti membayar biaya administrasi tabungannya.
4. Dampak Inflasi terhadap kreditur dan debitur
Saat terjadi inflasi, debitur atau orang yang berutang dengan bunga pinjaman tetap akan diuntungkan karena bunga yang ditanggungnya menurun seiring menurunnya nilai mata uang.
Sementara itu, bagi kreditur atau yang meminjamkan uang, mereka akan mengalami kerugian karena nilai mata uangnya yang kelak dikembalikan lebih rendah daripada saat dipinjamkannya.
Dampak inflasi lainnya, lanjut halaman dua...
Dampak Positif dan Negatif Inflasi terhadap Negara
Ilustrasi. Dampak positif dan negatif inflasi terhadap negara. (iStock/Maria Marganingsih)
5. Dampak inflasi bagi produsen
Inflasi umumnya akan berdampak baik bagi pengusaha besar dan berdampak buruk bagi pengusaha kecil.
Inflasi akan berdampak positif bagi produsen yang memiliki pendapatan lebih tinggi dari kenaikan biaya produksi.
Namun, hal ini berbanding terbalik jika produsen merasa inflasi membuat biaya produksinya membengkak dan membuatnya rugi sehingga memilih tidak meneruskannya.
3 Cara Mengatasi Inflasi
Ada 3 cara mengatasi inflasi yang dapat dilakukan pemerintah, yakni dengan mengurangi jumlah uang yang beredar, memperbanyak jumlah barang dan jasa, serta menetapkan harga maksimum agar harga barang maupun jasa yang dijual tidak terus naik. Berikut penjelasannya.
1. Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter meliputi 5 hal: (i) kebijakan diskonto yakni menaikkan suku bunga; (ii) kebijakan pasar terbuka dengan menjual surat berharga (SBI); (iii) kebijakan pembatasan kredit dengan mengatasi pemberian pinjaman; (iv) Mengurangi uang yang beredar; dan (v) kebijakan giro wajib minimum dengan menaikkan cadangan kas.
2. Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal atau kebijakan anggaran adalah kebijakan yang dilakukan pemerintah dengan mengubah penerimaan dan pengeluaran negara. Pengeluaran pemerintah (APBN) dan penetapan tarif pajak akan diatur dalam kebijakan ini.
3. Kebijakan Non Moneter dan Non Fiskal
Kebijakan ini meliputi: (i) mengatur peningkatan produksi dan jumlah barang dipasar; (ii) kebijakan upah dengan menaikkan upah riil yang sudah memperhitungkan inflasi; dan (iii) pengendalian dan pengawasan harga, misalnya pemerintah menetapkan kebijakan harga maksimum atau minimum.
Demikian dampak positif dan negatif inflasi terhadap negara beserta tiga cara mengatasi inflasi yang dapat dilakukan pemerintah.