Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah bank dan jasa keuangan global memutuskan untuk berhenti melayani Rusia, menyusul sanksi AS dan negara barat terhadap invasi militer Ukraina.
Dilansir dari CNN Business Jumat (11/3), berikut daftar bank dan perusahaan-perusahaan jasa keuangan yang menggulung tikarnya dari Rusia:
1.Norway's
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Norway's, lembaga pengelola dana kekayaan negara Norwegia, menarik dana senilai US$1,3 triliun (setara Rp18.576 triliun, asumsiRp14.287 per dolar AS), di Rusia menyusul invasi Rusia ke Ukraina. Norway's merupakan salah satu dana kedaulatan terbesar di dunia.
Aset dana Norwegia di Rusia, yang terdiri dari saham di sekitar 47 perusahaan serta obligasi pemerintah, bernilai US$2,83 miliar atau setara Rp40,42 triliun pada akhir 2021.
"Kami telah memutuskan untuk membekukan investasi dana dan telah memulai proses penjualan (dari Rusia)," ujar Perdana Menteri Jonas Gahr Stoere mengatakan pada konferensi pers.
2. Mastercard
Mastercard, perusahaan prinsipal pembayaran asal AS, memblokir sejumlah institusi keuangan Rusia dari jaringan transaksinya.
Perusahaan yang sudah beroperasi di Rusia lebih dari 25 tahun itu tidak menyebut lembaga apa saja yang dibatasi, tetapi mereka terus bekerja dengan regulator dalam upaya tersebut.
Direktur Utama Mastercard Michael Miebach mengatakan perusahaan mereka saat ini berada dalam kondisi waspada tinggi terhadap serangan dunia maya yang muncul saat konflik antara Rusia dan Ukraina.
"Invasi oleh pasukan militer Rusia selama seminggu terakhir telah menghancurkan rakyat Ukraina," terang Miebach.
Mastercard juga berjanji untuk menyumbangkan US$2 juta (setara 28,56miliar) untuk bantuan kemanusiaan bagi Ukraina.
Perusahaan berencana mendistribusikan dana melalui Palang Merah, Save the Children, dan dana bantuan karyawannya sendiri untuk bantuan kemanusiaan.
3. Visa
Mengikuti langkah Mastercard, Visa juga akan mengambil langkah-langkah untuk mematuhi regulasi sanksi yang berlaku.
Visa mengatakan akan memberhentikan semua operasinya di Rusia. Keputusan ini akan mengakhiri semua transaksi Visa di wilayah Rusia dan membekukan kartu yang diterbitkan di Rusia, sehingga tidak bisa digunakan lagi di luar negeri.
Dan sebaliknya, semua kartu Visa di seluruh dunia tidak akan berfungsi lagi di dalam Rusia.
4. American Express/Amex
Senada dengan Visa, American Express atau Amex mengatakan kartu yang diterbitkan secara global tidak akan berfungsi lagi di Rusia, sedangkan kartu yang diterbitkan di Rusia tidak akan berfungsi di luar negeri.
Perusahaan juga mengatakan akan mengakhiri operasi bisnisnya di Belarusia.
5. Moody's
Moody's, perusahaan finansial yang berpusat di New York, AS,akan memberhentikan operasi komersial mereka di Rusia.
Menurut pernyataan resmi, perusahaan ini akan mempertahankan layanan investasinya dengan tetap memberi cakupan analitis untuk saham-saham yang berada di luar Rusia.
[Gambas:Video CNN]
Goldman Sachs hingga Western Union
Bank dan perusahaan jasa keuangan angkat kaki dari Rusia. Setidaknya, 9 lembaga keuangan kakap ikut memberi sanksi atas invasi Rusia ke Ukraina. (istockphoto/Joel Carillet).
6. Goldman Sachs
Goldman Sachs akan menghentikan operasionalnya di Rusia. Bank investasi AS ini menjadi anggota Wall Street pertama yang menjauhkan diri dari Moskow setelah invasi ke Ukraina.
"Goldman Sachs menghentikan bisnisnya di Rusia sesuai dengan persyaratan peraturan dan perizinan," kata Juru Bicara Perusahaan.
Selanjutnya, Goldman Sachs akan lanjut fokus mendukung klien di seluruh dunia dalam mengelola maupun menutup kewajibannya. Perusahaan juga akan memastikan kesejahteraan karyawannya.
Namun, Goldman Sachs tidak memberikan rincian mengenai jumlah karyawan yang bekerja di negara tersebut.
Sementara, berdasarkan laporan tahunan terbarunya, eksposur perusahaan ke Rusia mencapai $650 juta atau setara Rp9,28 triliun pada akhir 2021.
7. JPMorgan Chase
JPMorgan Chase, bank terbesar di Amerika, mengatakan turut aktif melepaskan bisnisnya di Rusia dan tidak mengejar bisnis baru di negara beruang merah itu.
"(Hal ini merupakan) kepatuhan terhadap arahan oleh pemerintah di seluruh dunia," ujar perusahaan lewat pernyataan resmi.
8. Western Union
Western Union, perusahaan finansial asal AS, mengambil tindakan dengan memberhentikan operasi di Rusia dan Belarusia.
Sebelum membuat keputusan tersebut perusahaan mengatakan sudah mengevaluasi secara menyeluruh pertimbangan internal dan eksternal, termasuk dampak bagi rekan tim, mitra, dan pelanggan.
"Pada akhirnya, mengingat dampak tragis yang sedang berlangsung dari serangan berkepanjangan Rusia di Ukraina, kami telah sampai pada keputusan untuk menangguhkan operasi kami di Rusia dan Belarusia," kata perusahaan lewat pernyataan resmi.
9. Citigroup
Citigroup dikabarkan masih lanjut mengkaji berbagai opsi terkait operasional mereka di Rusia. Bank besar AS ini memiliki total eksposur ke Rusia sebesar US$9,8 miliar atau setara Rp140 triliun pada akhir Desember 2021.
Tahun lalu, Citigroup mengumumkan akan menjual operasi perbankan ritelnya di Rusia. "Kami juga mendukung klien korporat kami di Rusia, termasuk banyak perusahaan multi-nasional Amerika dan Eropa yang kami bantu saat mereka menangguhkan atau melepas bisnis mereka," ujar EVP Hubungan Global Citigroup Edward Skyler.