Profil Wilmar Nabati yang Terseret Dugaan Korupsi Ekspor CPO

CNN Indonesia
Rabu, 20 Apr 2022 07:25 WIB
Wilmar Nabati Indonesia sedang menjadi sorotan setelah komisarisnya yang berinisial MPT jadi tersangka dugaan korupsi fasilitas ekspor CPO. Berikut profilnya. Wilmar Nabati Indonesia sedang menjadi sorotan setelah komisarisnya yang berinisial MPT jadi tersangka dugaan korupsi fasilitas ekspor CPO. Ilustrasi Jaksa Agung saat mengumumkan tersangka kasus korupsi fasilitas ekspor CPO. (ANTARA FOTO/PUSPEN KEJAGUNG).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kejaksaan Agung (Kejagung) berhasil membongkar dugaan kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO). Mereka telah menahan empat tersangka terkait kasus.

Keempat tersangka adalah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Daglu) Kementerian Perdagangan berinisial IWW, Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia berinisial MPT, General Affairs PT Musim Mas berinisial PT, dan Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Group (PHG) berinisial SMA.

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan para tersangka ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Direktur Penyidikan Kejagung.

"Pada tersangka dilakukan penahanan ditempatkan yang berbeda berdasarkan Surat Perintah Penahanan Direktur Penyidikan," kata Burhanuddin kepada wartawan, Selasa (19/4).

Lalu siapa sebenarnya Wilmar Nabati Indonesia, salah satu perusahaan yang komisarisnya terseret dalam kasus tersebut. Mengutip berbagai sumber, ia merupakan salah satu industri anak Wilmar group yang bergerak dalam jasa pengolahan minyak mentah kelapa sawit terbesar di Indonesia.

Perusahaan yang bergerak di bawah naungan pengelolaan Wilmar International Group ini merupakan produsen minyak goreng Sania Royale dan Fortune.

Dilansir dari wilmar-international.com pada Rabu (20/4), Wilmar International adalah grup perusahaan agribisnis yang didirikan di Singapura pada1991. Aktivitas bisnis Wilmar meliputi perkebunan kelapa sawit, penyulingan minyak masakan, penggilingan biji minyak, pemrosesan dan pengepakan minyak masakan konsumsi, lemak, oleochemical, dan biodiesel.

[Gambas:Video CNN]

Wilmar Nabati Indonesia sendiri mengoperasikan sekitar 160 pabrik dan mempekerjakan sekitar 67 ribu karyawan yang ada di lebih dari 20 negara. Namun, produksinya fokus di Indonesia, Malaysia, China, India dan Eropa.

Wilmar Group memiliki sejumlah perkebunan yang tersebar di Indonesia. Di antaranya seperti di Sumatera, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Selain perkebunan kelapa sawit, Wilmar juga memiliki pabrik pengolahan sawit dari perkebunannya sendiri dan perkebunan sekitar.

Perusahaan juga merupakan produsen minyak kemasan konsumen bermerek terbesar di Indonesia. Merek minyak goreng kemasan yang diproduksi perusahaan milik Martua Sitorus itu adalah; Sania, Siip, Sovia, Mahkota, Ol'eis, Bukit Zaitun, Goldie, Fortune, dan Camilla.

Sementara itu terkait kasus yang menimpa komisarisnya, perseroan mendukung proses penegakan hukum yang harus dijalani salah satu petinggi perusahaan minyak goreng kelapa sawit tersebut.

"Kami mendukung sepenuhnya penegakan hukum dilakukan oleh Kejaksaan Agung terkait dengan izin persetujuan ekspor produk sawit," tulis manajemen Wilmar kepada CNNIndonesia.com, Selasa (19/4) malam.

(mrh/agt)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER