Perusahaan Hary Tanoe Dapat 'Jackpot' Tambang 20 Juta MT

CNN Indonesia
Selasa, 10 Mei 2022 15:28 WIB
PT Arthaco Prima Energy, perusahaan tambang milik taipan Hary Tanoesoedibjo, menemukan cadangan tambang sebanyak 20,58 juta metric ton (MT). PT Arthaco Prima Energy, perusahaan tambang milik taipan Hary Tanoesoedibjo, menemukan cadangan tambang sebanyak 20,58 juta metric ton (MT). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Arthaco Prima Energy, perusahaan tambang milik taipan Hary Tanoesoedibjo, menemukan cadangan tambang sebanyak 20,58 juta metric ton (MT).

Temuan cadangan tambang batu bara dengan GAR 3.250 kg/kcal pada pengeboran tahap 1 di lahan seluas 380 hektare (ha) dari total area cadangan saat ini, yakni 2.059 ha.

Dalam laporan Komite Cadangan Mineral Indonesia (KCMI), tercatat sumber daya batu bara tahap 1 mencapai 138,85 juta MT.


Kegiatan penambangan perusahaan yang baru diakuisisi PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) ini akan menggunakan harga batu bara HBA rata-rata periode 2000 sampai 2022.

Perusahaan memproyeksi jika harga batu bara tetap seperti sekarang, maka nilai laba dapat meningkat hingga lebih dari dua kali lipat. Manajemen memperkirakan cadangan batu bara yang dapat diraup dari seluruh wilayah dapat mencapai minimal 600 juta MT.

"Kegiatan penambangan APE akan menghasilkan Net Present Value (NPV) sebesar US$ 56,6 juta dengan internal rate of return (IRR) sebesar 56,5 persen, Break Even Poin (BEP) sebesar 5,2 juta MT dan Payback Period pada 1,87 tahun," tulis perusahaan dalam pernyataan resmi, Senin (9/05).

Sejauh ini, temuan cadangan dan sumber daya terus bertambah karena aktivitas pengeboran tahap satu pun hanya kurang dari 20 persen dari area yang memiliki izin usaha pertambangan (IUP) operasi produksi. Sedangkan, pengeboran tahap dua dan tiga rencananya akan selesai kuartal ini.

Tercantum, APE telah memiliki IUP Operasi Produksi dengan luas 15.000 Ha di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Lokasi tambang APE hanya 12,5 km dari sungai dan sekitar 108 km ke area transhipment di pelabuhan Tanjung Buyut. APE akan memulai produksi pada kuartal IV 2022.

"Dengan tambahan laporan KCMI ini, cadangan batu bara terbukti dari 9 IUP yang dimiliki oleh IATA naik menjadi 158,68 juta MT dari sebelumnya 138,1 juta MT," jelasnya.

Angka tersebut belum memperhitungkan tambahan cadangan dari IUP APE yang lebih dari 80 persen lahannya belum dilakukan pengeboran.

Termasuk dari IUP PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE), PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal - South (BSPC-S), PT Putra Mandiri Coal (PUMCO), PT Primaraya Energi (PE), PT Titan Prawira Sriwijaya (TPS), PT Sriwijaya Energi Persada (SEP), serta PT Energi Inti Bara Pratama (EIBP) yang sama sekali belum dilakukan pengeboran.

[Gambas:Video CNN]



(tdh/bir)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER