Ekspor ke Malaysia, Petani Kopi Binaan BI Jatim Sukses Go Global

Bank Indonesia | CNN Indonesia
Rabu, 11 Mei 2022 15:31 WIB
Para petani kopi Koperasi Kopi Wonosalam binaan Bank Indonesia Jawa Timur berhasil menembus pasar global dengan ekspor kopi Excelsa Wonosalam ke Malaysia. Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Budi Hanoto, dan Bupati Jombang Mundjidah Wahab melepas ekspor perdana Kopi Excelsa Wonosalam ke Malaysia. (Arsip Bank Indonesia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Para petani kopi yang tergabung dalam Koperasi Kopi Wonosalam, Jombang berhasil menembus pasar global di tengah upaya pemulihan ekonomi di Jawa Timur. Koperasi yang merupakan binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur tersebut berhasil melakukan ekspor kopi Excelsa Wonosalam ke Malaysia senilai Rp360 juta.

Ekspor perdana Kopi Excelsa Wonosalam ke Malaysia tersebut dilepas secara langsung oleh Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Budi Hanoto, dan Bupati Jombang Mundjidah Wahab, di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Selasa (10/5) kemarin.

Khofifah dalam sambutannya, mengapresiasi BI Jatim yang mampu membina para petani kopi Jombang selama ini. Hingga akhirnya mampu menembus pasar ekspor.


Khofifah menyebut excelsa termasuk kategori kopi yang langka sehingga hanya menyumbang 7 persen produksi kopi dunia.

"Sementara kopi excelsa di Jatim hanya ditemukan di Wonosalam, Lereng Wilis, dan Lereng Ijen," ujar Khofifah.

Dengan ciri khas dan langkanya kopi jenis ini, Khofifah mengajak anak muda Jombang untuk terus produktif mengembangkan potensi unggulan desa agar konsisten menembus pasar dunia.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto menambahkan, sejak 2019 pihaknya telah melaksanakan pengembangan Klaster Kopi Wonosalam melalui berbagai program pendampingan secara end to end dari hulu ke hilir.

"Di antaranya membuat demplot penyambungan dan penanaman bibit kopi, capacity building, cuping score, business matching, hingga akses ke pameran lokal, nasional dan internasional," katanya.

Sejak mendapat pendampingan dari BI Jatim, produktivitas Klaster Kopi Wonosalam terpantau meningkat, hingga mampu mencapai target peningkatan kapasitas produksi di atas 10 persen, dari 42 ton pada 2020 menjadi 53 ton pada 2021. Secara kelembagaan, pada tahun lalu kelompok binaan juga telah berhasil memperoleh legalitas kelembagaan koperasi dari Kemenkumham dengan nama 'Koperasi Produsen Kopi Wonosalam Jombang'.

Pada periode yang sama, Kopi Wonosalam mendapatkan kerja sama dagang dengan agregator kopi dari Jogja untuk melakukan ekspor ke Jerman. Pada 2022, Koperasi Kopi Wonosalam kembali menjalin kesepakatan dengan agregator kopi dari Bali sehingga dapat melakukan ekspor ke Malaysia.

"Dalam Ekspor Kopi Excelsa perdananya, Koperasi Kopi Wonosalam mencatatkan penjualan sebesar 12 ton atau senilai Rp360 juta," tutur Budi.

Selain seremonial pelepasan ekspor kopi excelsa Wonosalam, Rubath Kopi Jombang sebagai pelaku usaha asli Jombang juga melakukan penandatanganan kontrak dagang dengan PT. Indo Samudra Ekspor.

Budi berharap dengan adanya kegiatan pelepasan ekspor ini, bisa menjadi pemicu semangat bagi klaster atau UMKM yang lain untuk tetap berjuang menembus pasar global di masa mendatang. Diharapkan pula dapat memantik minat para pengusaha untuk memfasilitasi pasar ekspor UMKM Jawa Timur.

(osc)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER