Harga Minyak Lompat di Tengah Ketidakpastian Pasokan Energi Global

CNN Indonesia
Kamis, 12 Mei 2022 08:42 WIB
Harga minyak mentah lompat di tengah ketidakpastian pasokan energi global. Minyak Brent naik 4,9 persen dan WTI melesat 6 persen. Harga minyak mentah lompat di tengah ketidakpastian pasokan energi global. Minyak Brent naik 4,9 persen dan WTI melesat 6 persen. (AFP/Ian Timberlake).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak mentah dunia lompat pada perdagangan Rabu (11/5) waktu AS. Harga minyak kembali naik setelah turun beberapa hari terakhir didorong penurunan pasokan gas Rusia ke Eropa yang menambah ketidakpastian pasokan energi global.

Dilansir dari Antara, Kamis (12/5), minyak mentah berjangka Brent naik US$5,05 atau 4,9 persen menjadi US$107,51 per barel.

Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$5,95 atau 6,0 persen menjadi US$105,71 per barel.


Harga minyak dan gas telah meningkat sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari lalu. Tindakan ini membuat negara Barat menjatuhkan sanksi kepada Negeri Beruang Merah, termasuk membatasi impor minyak.

Aliran gas Rusia ke Eropa melalui Ukraina turun setelah Kyiv menghentikan penggunaan rute transit utama. Ini merupakan pertama kalinya ekspor melalui Ukraina terganggu sejak invasi.

Kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa gangguan serupa dapat terjadi pada pasar minyak, bahkan ketika harga sudah melonjak.

Di sisi lain, Eropa mengancam embargo penuh minyak Rusia. Hal ini tentu akan memperburuk keadaan, mengingat Rusia merupakan negara pengekspor minyak mentah terbesar di dunia.

"Harga akan terus bergerak naik terutama jika Uni Eropa mencapai kesepakatan untuk menghentikan pembelian minyak Rusia tahun ini," terang Presiden Lipow Oil Associates Andrew Lipow.

Angka terbaru pada persediaan AS menggarisbawahi dinamika yang mendorong harga lebih tinggi. Meskipun stok minyak mentah AS meningkat lebih dari 8 juta barel, stok bensin turun 3,6 juta barel dan stok produk sulingan juga turun.

Kapasitas penyulingan telah berkurang di AS dan negara tersebut telah menggenjot ekspor untuk memenuhi permintaan dari pembeli di luar negeri. Sejauh ini, AS mengekspor sekitar 4 juta barel bahan bakar setiap hari.

[Gambas:Video CNN]



(mrh/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER