Harga Gandum Global Meroket Pecah Rekor Usai India Larang Ekspor

CNN Indonesia
Senin, 16 Mei 2022 23:11 WIB
Setelah India memutuskan melarang ekspor gandum, harga komoditas itu di pasar global terus menanjak hingga rekornya pada hari ini. Ilustrasi. Setelah India memutuskan melarang ekspor gandum, harga komoditas itu di pasar global terus menanjak hingga rekornya pada hari ini. (AP/Vitaly Timkiv)
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga gandum meroket ke rekor tertingginya pada Senin (16/5). Hal tersebut terjadi setelah India memutuskan untuk melarang ekspor komoditas tersebut usai gelombang panas menghantam produksi.

Seperti dilansir dari AFP, harga melonjak menjadi 435 euro per ton saat pasar di Eropa dibuka.


Dalam hal ini, harga gandum secara global telah melonjak di tengah kekhawatiran pasokan sejak invasi Rusia ke pembangkit tenaga pertanian Ukraina pada Februari lalu. Sebagai informasi, pembangkit tenaga pertanian itu menyumbang 12 persen dari ekspor gandum global.

Kemudian, lonjakan harga semakin diperburuk lantaran kekurangan pupuk sehingga panen menjadi buruk. Hal itu memicu inflasi secara global dan menimbulkan kekhawatiran kelaparan dan kerusuhan sosial di negara-negara berpendapatan rendah.

Untuk diketahui, India sebagai produsen gandum terbesar kedua di dunia telah menutup keran ekspor pada Sabtu lalu.

Faktor-faktor tertentu termasuk produksi menjadi lebih rendah dari biasanya. Harga global pun meningkat tajam akibat kekhawatiran keamanan pangan 1,4 miliar masyarakat di sana.

Adapun kesepakatan ekspor tetap akan dipenuhi sebelum kebijakan diterbitkan pada 13 Mei lalu. Namun, pengiriman ekspor gandum ke depannya akan membutuhkan persetujuan pemerintah.

Ekspor dapat dilakukan jika pusat pemerintahan India di New Delhi menyetujui permintaan dari pemerintah negara lain. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ketahanan pangan mereka.

India pun sebelumnya sempat mengatakan siap membantu mengisi kekurangan pasokan yang disebabkan perang Ukraina dan Rusia.

Oleh sebab itu, larangan ekspor mendapat kritik tajam dari negara-negara industri G7 (Group of Seven). Mereka memprediksi tindakan pelarangan ekspor akan memperburuk krisis dan menyebabkan kenaikan harga komoditas.

(mjo/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER