Mengenal UMA, Gerak Saham di Luar Kebiasaan yang Bikin BEI Pantau Goto

CNN Indonesia
Selasa, 17 Mei 2022 17:27 WIB
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk masuk pantauan BEI karena bergerak di luar kebiasaan alias unusual market activity (UMA). Berikut definisi UMA. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk masuk pantauan BEI karena bergerak di luar kebiasaan alias unusual market activity (UMA). (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk  masuk dalam pantauan Bursa Efek Indonesia (BEI) karena bergerak di luar kebiasaan alias unusual market activity (UMA) dalam beberapa hari terakhir.

Apa itu UMA ?

Pelatih investasi saham dan derivatif sekaligus CEO Akela Trading System Hary Suwanda menjelaskan unusual market activity adalah aktivitas perdagangan dan/atau pergerakan harga suatu efek yang tidak biasa pada kurun waktu tertentu.

Pergerakan itu membuat BEI menilai aktivitas tersebut dapat berpotensi mengganggu terselenggaranya perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien.

Ia mencontohkan seperti saham GoTo yang dibuka pada harga Rp400 per lembar. Namun, hanya dalam 1 bulan perdagangan saham sudah turun lebih dari 50 persen.

"Saham ini sejak IPO 11 April lalu, dibuka pada harga Rp400 per lembar. Dalam hanya 1 bulan, saya sebut 1 bulan karena jangan lupa kita ada libur lebaran, hari ini ditutup pada titik terendah di harga 181. Dalam 18 hari perdagangan turun lebih dari 50 persen," jelasnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (17/5).

Penurunan harga saham GoTo yang drastis ini, menurutnya, masuk dalam kategori yang tidak biasa karena terjadi pada kurun waktu tertentu.

[Gambas:Video CNN]

Lebih lanjut, Hary mengatakan adanya aturan UMA ini dibikin oleh BEI untuk melindungi investor atau pelaku pasar termasuk investor retail.

"Kalau sekarang ini dengan penurunan seperti ini bursa 'menduga' ada 'oknum tertentu yang dumping saham. Kemudian investor retail yang tidak tahu apa-apa menjadi korban, kan BEI perlu mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti itu. Tujuannya aturan UMA kan begitu," imbuhnya.

Direktur PT Arah Investasi Mandiri (ARA Hunter) Hendra Martono mengatakan saham bisa disebut UMA jika tiga kali berturut-turut mengalami auto reject atas (ARA) atau berkali-kali mengalami auto reject bawah (ARB) seperti GoTo.

"Kalau ARA biasanya 3 kali, kalau ARB biasanya (terjadi) lebih dari 7 kali. Seperti GoTo, karena 7x 7 persen sama dengan 49 persen, artinya sudah turun lebih dari 49 persen kan," kata Hendra.

Bahkan, lanjutnya, jika dihitung hingga Jumat kemarin (13/5) saham GoTo sudah mengalami 8 kali ARB.

Sebelumnya, BEI tengah memantau pergerakan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk karena aktivitas di luar kebiasaan dalam beberapa hari terakhir.

"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham GOTO tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," ungkap Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Lidia M Panjaitan di pengumuman bursa.

BEI meminta investor memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa dan turut mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya.

Selain itu, investor juga diharapkan mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS. Tak ketinggalan, investor juga diharapkan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

(dzu/agt)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER