REKOMENDASI SAHAM

Deretan Saham Unggulan Analis Pekan Ini

Safyra Primadhyta | CNN Indonesia
Selasa, 17 Mei 2022 06:42 WIB
Analis pasar modal menilai saat ini menjadi kesempatan investor untuk membeli saham dengan harga murah. Analis pasar modal menilai saat ini menjadi kesempatan investor untuk membeli saham dengan harga murah. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,84 poin atau 0,03 persen ke level 6.597 pada perdagangan akhir pekan lalu. Investor asing mencatat jual bersih atau net sell di seluruh pasar sebesar Rp2,27 triliun.

Dalam sepekan terakhir, indeks saham menunjukkan tren pelemahan yang konsisten lima kali. Sementara secara total, performa indeks melemah 8,73 persen.

Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Yulianto Aji Sadono menyebut kapitalisasi pasar bursa mencatat penurunan sebesar 7,23 persen dari Rp9.555,01 triliun pada pekan sebelumnya, menjadi Rp8.864,56 triliun.


Sementara, rata-rata nilai transaksi harian bursa ikut melorot 14,63 persen dari Rp23,955 triliun menjadi Rp20,450 triliun. Kemudian, rata-rata volume transaksi harian bursa menurun 11,56 persen dari 24,393 miliar saham menjadi 21,573 miliar saham.

"Rata-rata nilai transaksi harian Bursa pekan ini berubah sebesar 14,63 persen menjadi Rp20,450 triliun dari Rp23,955 triliun pada penutupan pekan yang lalu," terang Yulianto, seperti dikutip dari situs IDX, Jumat (13/5).

Meski tren penurunan belum berhenti, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memprediksi sepekan depan IHSG berpotensi menguat jangka pendek. Ia mengatakan indeks saham akan bergerak di rentang support 6.484 dan resistance 6.700.

Menurutnya, indeks saham pekan ini dipengaruhi oleh tingkat inflasi tinggi di Amerika Serikat (AS) yang dikhawatirkan dapat memicu kebijakan agresif dari bank sentral AS alias The Fed.

Sementara itu, di dalam negeri investor akan mencermati rilis data ekspor-impor, neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan. Ketiga faktor tersebut akan menopang pergerakan IHSG pekan depan.

"Tentu saja sentimen-sentimen tersebut dapat mempengaruhi pergerakan IHSG, namun kami mencermati akan adanya technical rebound (melambungnya indeks) terlebih dahulu seperti yang kami sampaikan," ujar Herditya kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (7/5).

Selain itu, ia menyebut harga emas yang sempat turun dan harga minyak yang cenderung naik akan mempengaruhi pergerakan emiten, khususnya yang berkaitan dengan sektor komoditas.

Di sisi lain, ia mengatakan jatuhnya harga kripto memang lumrah terjadi karena kondisi ekonomi di AS yang sedang tidak stabil. Hal ini membuat investor melepas aset-aset berisiko, seperti saham dan kripto. Namun, keduanya tidak saling mempengaruhi.

"Apabila dihubungkan dengan saham, menurut kami kurang berkorelasi kuat, karena sama-sama aset berisiko juga dan investor cenderung memilih instrumen yang aman seperti (obligasi) Departemen Keuangan AS," kata Herditya.

Menurutnya, investor dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli sejumlah saham pada harga terendah alias Buy On Weakness. Beberapa sektor yang ia rekomendasi mencakup sektor konsumer, sektor energi dan sektor properti dan real estat.

Untuk sektor konsumer, ia merekomendasi PT Unilever Indonesia Tbk atau UNVR yang menguat 2,35 persen ke level 4.800 pada pekan lalu. Ia memprediksi UNVR dapat menyentuh level 5.140 pekan ini.

Lalu, ada juga PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk atau HMSP yang ditutup menguat 6,09 persen ke posisi 1.045. Ia memprediksi HMSP akan menyentuh 1.100 pekan ini.

Bersambung ke halaman berikutnya...

HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER