Daftar Negara di Eropa yang Kembali ke Batu Bara

Safyra Primadhyta | CNN Indonesia
Kamis, 23 Jun 2022 10:18 WIB
Sejumlah negara di Eropa kembali meningkatkan produksi batu bara usai pasokan gas dari Rusia dipangkas. Sejumlah negara di Eropa kembali meningkatkan produksi batu bara usai pasokan gas dari Rusia dipangkas. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah negara Eropa mulai menggencarkan impor batu bara di kala pasokan gas menipis. Sebab, Pemerintah Rusia telah memangkas ekspor energi mereka ke negara-negara Eropa yang menolak untuk membayar dengan rubel.

Meskipun beberapa negara sudah mampu memangkas ketergantungan energi mereka terhadap Rusia, muncul kekhawatiran bahwa krisis energi ini akan membuat warga tidak siap menghadapi musim dingin yang akan datang.

Oleh karena itu, beberapa negara memutuskan untuk meninggalkan energi transisi berupa gas dan kembali menggunakan batu bara sebagai sumber energi.


Berikut daftar negara Eropa yang kembali memproduksi batu bara di tengah krisis energi:

1. Jerman

Jerman kembali meningkatkan produksi batu bara usai pasokan gas menipis akibat langkah Rusia memangkas ekspornya ke Eropa.

"Situasinya serius, oleh karena itu kami terus memperkuat tindakan pencegahan dan mengambil langkah-langkah tambahan untuk mengurangi konsumsi gas," ungkap Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck, dikutip dari cnn.com.

Ia mengakui Jerman sangat bergantung dengan gas dari Rusia. Namun, Jerman berhasil mengurangi impor gas dari Rusia dari 55 persen menjadi 35 persen sebelum perang di Ukraina.

"Kami sedang menyiapkan cadangan pengganti gas sesuai permintaan. Itu pahit, tapi hampir diperlukan dalam situasi ini untuk mengurangi konsumsi gas," ujar Habeck.

2. Austria

Austria akan kembali menggunakan batu bara untuk memenuhi kebutuhan listrik karena pasokan gas semakin menipis.

Sebab, diketahui 80 persen gas yang ada di Austria diimpor dari Rusia. Dengan demikian, keputusan Negeri Beruang Merah yang membatasi ekspor gas ke Eropa sangat berpengaruh terhadap Austria.

3. Belanda

Pemerintah Belanda mengumumkan negara sudah memasuki fase peringatan awal dalam menghadapi krisis energi. Dalam fase tersebut, pemerintah akan meningkatkan produksi batu bara guna mengurangi ketergantungan terhadap gas Rusia.

Belanda, yang mengimpor sebanyak 15 persen gasnya dari Rusia, sudah membeli gas alam cair dan mengurangi konsumsi gas. Tetapi pemerintah merasa negara masih akan kekurangan pasokan menjelang musim dingin.

Oleh karena itu, Pemerintah Belanda akan menggunakan batu bara untuk mengisi kekurangan tersebut.

"Dengan langkah-langkah ini, lebih sedikit uang akan tersalur ke tabungan perang Putin," kata Menteri Energi Belanda Rob Jetten pada konferensi pers di Den Haag.

4. Italia

Italia akan mengimpor lebih banyak batu bara dan mengoptimalkan pabrik produksi batu bara untuk menghemat penggunaan gas sebagai sumber energi.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Transisi Ekologi Roberto Cingolani setelah perusahaan energi Eni melaporkan berkurangnya pasokan gas dari Rusia.

"Kita harus bergerak sangat cepat," kata Cingolani dalam konferensi pers di Roma.

Italia mengimpor sekitar 40 persen gasnya dari Rusia. Seperti negara-negara Uni Eropa lainnya, Italia sudah berupaya untuk mendiversifikasi campuran pasokan energinya setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Pemerintah Italia memiliki target untuk mengisi sistem penyimpanan gas negara itu hingga setidaknya 90 persen dari kapasitasnya pada November, sejalan dengan target di seluruh UE.

Italia mencapai level 55 persen pada Selasa kemarin dan mengejar level 60 persen pada akhir bulan ini.

[Gambas:Video CNN]



(tdh/sfr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER