10 Crazy Rich RI Ikut Tax Amnesty Jilid II

Safyra Primadhyta | CNN Indonesia
Kamis, 23 Jun 2022 21:00 WIB
Menkeu Sri Mulyani melaporkan 10 crazy rich Indonesia mengikuti Program Pengungkapan Sukarela (PPS) alias tax amnesty jilid II. Menkeu Sri Mulyani melaporkan 10 crazy rich Indonesia mengikuti Program Pengungkapan Sukarela (PPS) alias tax amnesty jilid II. (CNN Indonesia/ Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani melaporkan 10 crazy rich Indonesia bertobat dan mengungkapkan hartanya dalam Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau tax amnesty jilid II. Program ini akan berakhir pada 30 Juni 2022 mendatang.

Harta yang diungkapkan ini diperoleh hingga tahun pajak 2020 dan belum dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan.

"PPS tinggal satu minggu terakhir. Kalau kita lihat dari peserta yang mengikuti yang (berharta) Rp10 triliun ke atas ada 10 peserta," ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Kamis (23/6).


Namun, Sri Mulyani tidak menyebut nama-nama konglomerat tersebut.

Ia melanjutkan, peserta tax amnesty jilid yang melaporkan harta Rp1 triliun hingga Rp10 triliun sebanyak 262 peserta. Lalu, peserta berharta Rp100 miliar sampai Rp1 triliun sebanyak 4.465 wajib pajak.

Selanjutnya peserta dengan harta Rp10 miliar sampai Rp100 miliar sebanyak 34.066 wajib pajak. Yang paling dominan adalah wajib pajak berharta Rp1 miliar sampai Rp10 miliar.

"Mayoritas peserta (berharta) Rp1 miliar hingga Rp10 miliar, itu ada 52.206 wajib pajak yang ikut (PPS)," jelasnya.

Dari data Direktorat Jenderal Pajak hingga 23 Juni ini, harta bersih yang sudah diungkapkan mencapai Rp276,62 triliun. Harta ini berasal dari total 121.495 wajib pajak.

Dengan jumlah harta yang dilaporkan, DJP berhasil menambah penerimaan sebesar Rp28 triliun dari program pengampunan pajak ini.

"Saya update terakhir barusan di informasikan jam 5 (sore) tadi sudah Rp30 triliun kita dapatkan pajak penghasilan yang dibayarkan untuk PPS ini," kata Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo dalam konferensi yang sama.

Suryo juga kembali mengimbau bagi wajib pajak yang masih memiliki harta yang belum diungkapkan untuk segera dilaporkan. Apalagi waktu pengampunan yang diberikan akan berakhir di akhir bulan ini.

"Kami sangat mengharapkan di sisa waktu ini masyarakat lebih tertarik untuk menggunakan PPS sebelum batas waktu berakhir," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(idy/sfr)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER