Kredit Macet di Pinjol Naik 2 Kali Lipat Hingga Rp806 Miliar

Christine Novita Nababan | CNN Indonesia
Jumat, 01 Jul 2022 11:08 WIB
Kredit macet di pinjol naik dua kali lipat mencapai Rp806,66 miliar per April 2022. Kredit macet di pinjol naik dua kali lipat mencapai Rp806,66 miliar per April 2022. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kredit macet di pinjaman online (pinjol) naik lebih dari dua kali lipat, yakni sebesar Rp806,66 miliar pada April 2022 dibandingkan Rp348,58 miliar pada Maret 2022.

Mengutip statistik fintech yang dilansir Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jumat (1/7), kredit macet perseorangan itu telah melampaui 90 hari keterlambatan bayar.

Peminjam (borrower) perempuan berkontribusi besar terhadap kredit macet di pinjol, yaitu Rp417,07 miliar. Sisanya disumbang oleh peminjam laki-laki dengan kredit macet Rp389,59 miliar.

Berdasarkan usianya, kelompok usia 19-34 tahun mendominasi kredit macet di pinjol sebanyak Rp575,74 miliar. Diikuti kelompok usia 35-54 tahun sebesar Rp199,06 miliar, dan usia di atas 54 tahun sebanyak Rp22,82 miliar.

Sementara itu, kredit tergolong tidak lancar atau pengembalian terlambat dalam rentang 30-90 hari mencapai Rp2,089 triliun.

Berbeda dengan kredit macet, kredit tergolong tidak lancar justru banyak didominasi oleh peminjam laki-laki, yaitu sebesar Rp1,097 triliun, serta perempuan sebanyak Rp992 miliar.

Secara total, industri pinjol mencatat menyalurkan kredit Rp32,78 triliun hingga April 2022 atau naik 4,8 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu Rp31,26 triliun. Kredit tersebut mengalir melalui 13,50 juta rekening peminjam.

Adapun, sebanyak Rp29,89 triliun di antaranya merupakan pinjaman lancar, dengan dominasi peminjam di kelompok usia 19-34 tahun. Sementara, berdasarkan jenis kelaminnya, peminjam perempuan mendominasi ketimbang laki-laki.

OJK mencatat total 102 fintech konvensional dan syariah beroperasi resmi dan berizin.

[Gambas:Video CNN]



(bir/bir)
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER