Raja Salman Guyur Rp79,4 T untuk Bantu Rakyat Arab Hadapi Inflasi

tim | CNN Indonesia
Selasa, 05 Jul 2022 12:58 WIB
Raja Arab Saudi Raja Salman mengucurkan Rp79,4 triliun untuk bansos masyarakat miskin dalam menghadapi dampak inflasi akibat kenaikan harga barang. Pemerintah Arab Saudi akan mengucurkan Rp79,4 triliun untuk bantuan langsung tunai masyarakat miskin. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Arab Saudi akan mengucurkan bantuan senilai 20 miliar riyal atau US$5,3 miliar (Rp79,4 triliun asumsi kurs Rp14.987 per dolar AS) langsung kepada warganya untuk mengurangi dampak inflasi yang dipicu kenaikan harga sejumlah bahan pokok.

Mengutip AFP, Selasa (5/7), setengah dari jumlah itu akan ditransfer langsung ke penerima bantuan sosial.

"Perintah kerajaan yang murah hati menyetujui alokasi dukungan keuangan dalam jumlah 20 miliar riyal (sekitar US$ 5,3 miliar) untuk menghadapi dampak kenaikan harga secara global," lapor Saudi Press Agency resmi, mengaitkan keputusan tersebut dengan Raja Salman.

Sebelumnya pada Senin (4/7), Putra Mahkota Mohammed bin Salman menekankan perlunya memperhitungkan warga yang paling membutuhkan dalam menghadapi perkembangan internasional yang berdampak pada kenaikan biaya hidup.

Memimpin pertemuan dewan urusan ekonomi kerajaan, Pangeran Mohammed menyatakan bahwa kantor-kantor pemerintah harus merespons gangguan rantai pasok global dan kenaikan harga untuk melindungi kepentingan masyarakat.

Sejauh ini, Arab Saudi sebagai negara pengekspor minyak dunia memang belum terkena imbas lonjakan inflasi seperti negara-negara lain di kawasan itu.

Indeks harga konsumen terbaru untuk Arab Saudi menunjukkan kenaikan tahunan hanya sebesar 2,2 persen pada Mei, dengan harga naik 4,2 persen untuk makanan dan minuman dan 4 persen untuk transportasi.

Namun demikian, media sosial lebih sering menampilkan tentang kenaikan harga dalam beberapa pekan terakhir, termasuk tagar Twitter yang menyerukan boikot telur dan perusahaan susu terkenal.

Ekonomi Arab Saudi secara umum cukup baik pada tahun ini, terutama sejak invasi Rusia ke Ukraina membuat harga energi melonjak.

IMF memprediksi PDB Arab Saudi tumbuh sebesar 7,6 persen pada 2022.

Pada awal Mei, monarki Teluk melaporkan tingkat pertumbuhan ekonomi tercepat dalam satu dekade, karena sektor minyak yang melonjak memicu kenaikan 9,6 persen pada kuartal pertama dibandingkan periode yang sama pada 2021.

Pengumuman Arab Saudi datang ketika Uni Emirat Arab juga mengatakan mereka menggandakan anggaran untuk program jaminan sosialnya menjadi 28 miliar dirham (sekitar US$7,6 miliar) setelah kenaikan harga bahan bakar.

[Gambas:Video CNN]



(dzu/agt)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER