Jerman Beri 15 Miliar Euro, Selamatkan Perusahaan dari Kebangkrutan

tim | CNN Indonesia
Sabtu, 23 Jul 2022 05:50 WIB
Jerman akan menyuntik dana senilai 15 miliar euro atau US$15,3 miliar untuk Uniper, importir gas terbesar di negara tersebut. Jerman akan menyuntik dana senilai 15 miliar euro atau US$15,3 miliar untuk Uniper, importir gas terbesar di negara tersebut. (Pixabay/martaposemuckel).
Jakarta, CNN Indonesia --

Jerman memberikan dana talangan senilai 15 miliar Euro demi menyelamatkan Uniper, importir gas terbesar di negara itu, dari krisis akibat pasokan. 

Distributor gas Uniper akan menerima hingga 15 miliar euro atau setara dengan US$15,3 miliar dari pemerintah setelah pemotongan pasokan energi Rusia selama berbulan-bulan dan lonjakan harga pasar spot yang membuat kondisi perusahaan terpuruk.

Dalam kesepakatan penyelamatan, pemerintah telah berkomitmen untuk menyediakan 7,7 miliar euro atau setara US$7,8 miliar untuk menutupi potensi kerugian di masa depan. Sementara Bank KfW yang dikelola negara akan meningkatkan fasilitas kreditnya saat ini sebesar 7 miliar euro atau US$7,1 miliar.

Mengutip CNN Business, Jumat (22/7), pemerintah juga akan membeli 30 persen saham Uniper. Sementara perusahaan induknya, Fortum akan mengurangi kepemilikan sahamnya dari 80 persen menjadi 56 persen.

"Realitas geopolitik baru telah mengguncang sistem energi Eropa hingga ke intinya, dan ini menentukan kerangka kerja baru bagi perusahaan energi Eropa," kata CEO Fortum Markus Rauramo dalam siaran persnya.

Rauramo mengatakan bahwa diperlukan kerja lebih lanjut untuk membuat industri gas berkelanjutan.

Menurut data Intercontinental Exchange, harga patokan energi telah naik 89 persen sejak perang Rusia-Ukraina dimulai pada akhir Februari lalu. Kanselir Jerman Olaf Scholz kemudian mengumumkan bahwa Uniper dalam masalah besar akibat kondisi itu.

"Uniper sangat penting untuk pembangunan ekonomi negara kita, untuk pasokan energi warga negara, tetapi juga untuk banyak perusahaan," tambahnya.

Jerman sangat rentan terhadap penurunan ekspor gas Rusia pasalnya negara tersebut telah lama bergantung pada komoditas itu untuk memberi daya pada rumah dan industri beratnya. Gas Rusia menyumbang lebih dari setengah kontrak pasokan jangka panjang Uniper.

Namun, Jerman telah mengambil sejumlah langkah dalam beberapa bulan terakhir untuk mengurangi ketergantungan pada negara itu yaitu dengan memangkas bagian impor gas Rusia menjadi 35 persen dari 55 persen sebelum dimulainya perang. Pemotongan lebih lanjut sedang dalam proses.

Sementara Uni Eropa telah berjanji untuk mengurangi konsumsi gas Rusia sebesar 66 persen sebelum tahun depan dan memutuskan ketergantungannya sepenuhnya pada 2027.

[Gambas:Video CNN]

(fby/dzu)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER