Kemenkeu Buka Blokir Anggaran Kementan untuk Tangani PMK

tim | CNN Indonesia
Kamis, 28 Jul 2022 06:38 WIB
Kemenkeu membuka sebagian dari total anggaran Kementan yang sempat diblokir sebesar Rp1,17 triliun untuk penanganan PMK. Kemenkeu membuka sebagian dari total anggaran Kementan yang sempat diblokir sebesar Rp1,17 triliun untuk penanganan PMK. Ilustrasi. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membuka sebagian dari total anggaran Kementerian Pertanian (Kementan) yang sempat diblokir sebesar Rp1,17 triliun untuk penanganan penanganan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

"Kementan sudah kami buka sebagian (anggaran) untuk menangani (wabah) PMK, sehingga akan meningkatkan belanja secara selektif dari kementerian/lembaga (K/L)," ujar Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata dalam konferensi pers, Rabu (27/7).

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani membuka blokiran anggaran Kementan sebesar Rp1,17 triliun.

"Kementan sudah bersurat ke Menteri Keuangan agar anggaran yang di blokir sebesar Rp1,17 T melalui mekanisme automatic adjustment untuk dibuka," ujar Syahril.

Menurutnya, anggaran tersebut dibutuhkan untuk penanganan wabah PMK. Maklum, jumlah hewan dan daerah yang terpapar PMK semakin banyak.

Syahril mengatakan pihaknya membutuhkan anggaran sebesar Rp4,42 triliun untuk menangani wabah PMK tahun ini. Untuk tahap awal, anggaran Rp180 triliun akan digunakan dari refocusing di Kementan dan sisanya dari dana yang blokir.

Mengutip laman resmi siaga PMK, jumlah hewan yang terpapar PMK tembus 430.171 per 27 Juli 2022. Dari total itu, 221.139 hewan sembuh, 198.516 hewan belum sembuh, dan 3.978 mati.

Kemudian, 6.543 hewan terpaksa dipotong bersyarat akibat terserang PMK. Wabah ini telah menyebar di 22 provinsi, 268 kabupaten/kota, 2.233 kecamatan, dan 11.151 desa.

[Gambas:Video CNN]

(idy/aud)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER