BI Apresiasi Kiprah BNI Sukses Dorong 40 Ribu UMKM Lakukan Ekspor

BNI | CNN Indonesia
Kamis, 04 Agu 2022 21:43 WIB
Bank Indonesia memuji langkah BNI yang sukses mendorong 40 ribu nasabah UMKM melakukan ekspor pada 2022 ini. Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia (BI) Yunita Resmi Sari (kiri) dan Direktur Bisnis UMKM BNI Muhammad Iqbal (kanan) berbincang-bincang di Xpora Jakarta. BNI sebagai bank global asal Indonesia telah berhasil mendorong 40 ribu UMKM Go Export. (Dok. BNI),
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Indonesia (BI) mencermati tren pemulihan ekonomi semakin solid pada tahun ini. Pelaku UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional tak sekadar bangkit, tetapi semakin kuat memanfaatkan ceruk pasar global.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berhasil mendorong 40 ribu nasabah UMKM lakukan ekspor. Jumlah itu naik 60% secara tahunan atau year on year (yoy) dari 25 ribu pada Juni 2021.

Bank Indonesia mengapresiasi langkah BNI ini karena membantu peningkatan cadangan devisa negara.

Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia (BI), Yunita Resmi Sari menyampaikan konsistensi BNI dalam menaikkelaskan sekaligus mendorong UMKM Go Export perlu diikuti oleh lebih banyak pelaku industri perbankan lainnya.

Menurutnya, hal ini seiring dengan langkah bank sentral untuk memasarkan produk UMKM ke mancanegara. Langkah BNI tersebut juga membantu BI dalam meningkatkan cadangan devisa untuk mendukung kestabilan ekonomi dalam negeri.

"Pengembangan UMKM tidak terlepas dari sinergi antara otoritas dan lembaga termasuk lembaga perbankan. Salah satu program pengembangan UMKM yang dilakukan adalah melalui fasilitasi UMKM hingga tembus ke pasar luar negeri. Dalam hal ini Bank Indonesia mengapresiasi langkah BNI melalui BNI Xpora untuk mendorong UMKM Lokal Indonesia dapat tembus ke pasar luar negeri," katanya dalam keterangan tertulis pada Kamis (4/8).

Yunita menyampaikan segmen usaha mikro dan kecil terus menunjukkan geliat pertumbuhan yang positif. Berdasarkan survei BI, sebanyak 63,6% dari jumlah UMKM sudah mengalami peningkatan omzet dibandingkan tahun lalu. Bahkan, 43% dari total tersebut mengalami peningkatan omzet untuk ekspor.

Kredit ekspor kita meningkat 107% dibandingkan tahun sebelumnya, pertumbuhannya hampir US$100 juta. Bila kredit meningkat, maka terjadi peningkatan permintaan, kinerja dan peningkatan kapasitas UMKM," kata dia.

Yunita menambahkan, guna mendorong UMKM melakukan ekspor, bank sentral menggunakan strategi pulls and push. Dari sisi pull, BI memanfaatkan tujuh kantor perwakilan luar negeri untuk bertugas identifikasi pasar, persyaratan, dan kualifikasi yang dibutuhkan. Sebab, setiap negara memiliki ketentuan yang berbeda satu sama lain.

"Sisi push-nya, kita siapkan UKM untuk kita persiapkan untuk bisa masuk ke pasar dengan memenuhi apa saja yang dibutuhkan oleh pasar, tingkatkan kapasitas, dan persyaratan. Sehingga bisa penuhi 3K yakni kualitas, kuantitas, dan kapasitas," jelasnya.

Direktur Bisnis UMKM BNI Muhammad Iqbal menyatakan jumlah nasabah UMKM yang telah melakukan ekspor tercatat 40.000 nasabah per Juni 2022. Jumlah itu melesat 60% secara tahunan atau year on year (yoy) dari 25.000 pada Juni 2021.

"Secara value, total portofolio kredit kepada UMKM berorientasi ekspor yang disalurkan melalui program Xpora pada Juni 2022 mencapai Rp22 Triliun, mengalami pertumbuhan senilai Rp7,43 triliun dibandingkan posisi yang sama tahun lalu. Penyaluran kredit tersebut, didorong oleh tingginya permintaan produk UMKM Indonesia dari pasar global," ujar Iqbal pada kesempatan yang sama.

Pencapaian gemilang ini berkat program unggulan BNI Xpora yang memberikan pendampingan berkelanjutan agar para pelaku UMKM terbiasa melakukan ekspor. Prosesnya, dimulai dengan melakukan kurasi terhadap produk UMKM melalui 200 kantor cabang terpilih yang tersebar di Indonesia, sesuai potensi ekspor di masing-masing daerah.

Setelah itu, BNI melakukan pendampingan dengan menggandeng berbagai pihak seperti Bea Cukai, Lembaga Pembiayaan Ekspor dan Impor (LPEI), dan pihak lainnya. Tujuannya, agar para pelaku UMKM memahami kebutuhan pasar, persyaratan, hingga peningkatan kapasitas.

Ketika para pelaku UMKM siap melakukan ekspor, kata dia, BNI melakukan business matching dengan diaspora yang tersebar di berbagai negara dengan mengandalkan kantor cabang luar negeri. Iqbal menilai jumlah diaspora yang mencapai 8 juta orang memiliki potensi yang besar lantaran bisa dijadikan ambassador dan pintu masuk produk UMKM Indonesia di luar negeri.

Lewat program BNI Xpora yang baru diluncurkan pada tahun lalu ini, BNI sudah berhasil memboyong berbagai produk UMKM ke berbagai pasar global melalui diaspora. Ia mencontohkan salah satu UMKM pembudidaya tanaman hias, berhasil mendapatkan kontrak ekspor senilai Rp 1 triliun per tahun untuk tujuan Eropa.

Ada juga kelompok ibu-ibu asal Jawa Barat yang memproduksi kerupuk berhasil menarik perhatian salah seorang Diaspora di Hong Kong. Meski masih dalam kapasitas kecil, produk ini telah di pasarkan di pasar Hong Kong hingga China.

(osc/osc)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER