Sri Mulyani Prediksi Penerimaan Pajak Komoditas Turun di 2023

tim | CNN Indonesia
Selasa, 09 Agu 2022 09:44 WIB
Menteri Keuangan memprediksi penerimaan pajak dari sisi komoditas tak sampai Rp279 triliun tahun depan. Menteri Keuangan memprediksi penerimaan pajak dari sisi komoditas tak sampai Rp279 triliun tahun depan. (CNNIndonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksi penerimaan pajak dari sektor komoditas di bawah Rp279 triliun pada 2023 atau tak setinggi proyeksi tahun ini.

Untuk 2022, Sri Mulyani memprediksi penerimaan pajak dari sisi komoditas mencapai Rp279 triliun dan bea keluar dari sektor komoditas Rp48,9 triliun.

"(Kenaikan penerimaan negara dari sisi komoditas) ini mungkin tidak akan berulang dan tidak akan setinggi ini untuk tahun depan," ungkap Sri Mulyani usai Sidang Kabinet di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (8/8).

Situasi ini menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam menyusun target penerimaan negara, baik dari pajak, cukai, kepabeanan, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

"Untuk pendapatan negara tahun depan memang ini menjadi salah satu yang perlu kami perhatikan karena tahun ini windfall profit yang berasal dari komoditas sangat tinggi," kata Sri Mulyani.

Menurutnya, komoditas yang paling banyak berkontribusi pada penerimaan negara adalah minyak mentah dunia yang sempat tembus lebih dari US$100 per barel tahun ini. Namun, Sri Mulyani memprediksi harga minyak mentah dunia hanya di sekitar US$90 per barel.

Lalu, harga batu bara sempat tembus US$244 per ton tahun ini. Bendahara negara memproyeksi harga batu bara melemah menjadi US$200 per ton pada 2023.

Begitu juga dengan harga CPO yang tembus US$1.350 per ton tahun ini. Untuk 2023, Sri Mulyani mengatakan harganya akan turun di bawah US$1.000 per ton.

"Ini semuanya harus dipertimbangkan di dalam mengestimasi penerimaan negara tahun depan," tutup Sri Mulyani.

[Gambas:Video CNN]

(idy/aud)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER