5 BUMN China 'Keluar' dari Bursa AS

Tim | CNN Indonesia
Sabtu, 13 Agu 2022 15:33 WIB
Sedikitnya lima perusahaan negara atau BUMN China memilih untuk delisting dari New York Stock Exchange pada akhir Agustus 2022. Berikut daftar dan alasannya. Sedikitnya lima perusahaan negara atau BUMN China memilih untuk delisting dari New York Stock Exchange pada akhir Agustus 2022. (AP/Colin Ziemer).
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak lima perusahaan negara atau BUMN China memilih untuk delisting dari New York Stock Exchange pada akhir Agustus 2022.

Mengutip CNN Business, Sabtu (13/8), lima perusahaan adalah China Life Insurance, PetroChina, Sinopec, Aluminium Corporation of China dan Sinopec Shanghai Petrochemical. Kelima perusahaan itu mengatakan telah memberi tahu NYSE dengan alasan; mengajukan delisting secara sukarela.

Delisting itu mereka lakukan dengan alasan perputaran uang yang rendah di AS. Selain itu, mereka juga berdalih terbebani biaya administrasi yang tinggi.

Namun banyak pihak meragukan alasan itu. Pasalnya, rencana delisting muncul setelah kelimanya ditandai oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS pada Mei 2022 lalu karena gagal memenuhi standar audit AS.

Menyikapi rencana delisting itu, pengawas sekuritas China, Komisi Regulasi Sekuritas China mengatakan sebenarnya mereka memahami kebijakan 5 perusahaan itu.

"Adalah normal bagi perusahaan untuk mendaftar atau menghapus dari pasar mana pun. Kami akan tetap berhubungan dengan lembaga pengatur asing dan melindungi hak-hak perusahaan dan investor bersama-sama," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Berita rencana delisting lima perusahaan China muncul ketika Komisi Sekuritas dan Bursa AS meningkatkan pengawasannya terhadap audit perusahaan asal Negeri Tirai Bambu. Dengan pengawasan itu, komisi dapat menendang perusahaan dari bursa saham jika tak mau mengizinkan pengawas AS memeriksa audit keuangan mereka selama tiga tahun berturut-turut.

China telah bertahun-tahun menolak audit AS terhadap perusahaan-perusahaannya. Perusahaan China yang diperdagangkan di luar negeri mereka haruskan untuk memegang dokumen audit mereka di China daratan, di mana mereka tidak dapat diperiksa oleh badan asing.

Tetapi pada bulan April, pengawas sekuritas China mengusulkan untuk mengubah aturan yang melarang perusahaan China berbagi data sensitif dan informasi keuangan dengan regulator luar negeri. Amandemen tersebut dapat memungkinkan regulator AS untuk memeriksa laporan audit perusahaan China yang terdaftar di New York.

(cnn.com/agt)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER