Pemerintah Masih Hitung Rencana Kenaikan Harga Pertalite Cs

Tim | CNN Indonesia
Kamis, 18 Agu 2022 19:14 WIB
Kemenkeu menyebut pemerintah masih menghitung rencana kenaikan harga pertalite dan bahan bakar lain dan dampaknya ke daya beli masyarakat. Kemenkeu menyebut pemerintah masih menghitung rencana kenaikan harga pertalite dan bahan bakar lain dan dampaknya ke daya beli masyarakat. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Keuangan menyebut  pemerintah saat ini masih terus mempertimbangkan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi pertalite dan solar. Hitung-hitungan pun sedang dilakukan di internal pemerintah.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Natan Kacaribu menyebutkan perhitungan dilakukan tidak hanya untuk BBM, tapi subsidi energi lainnya seperti LPG 3Kg dan listrik. Sebab, kenaikan subsidi energi dari awalnya hanya Rp170 triliun menjadi Rp502,4 triliun membebani keuangan negara.

"Ini yang kemudian, membuat kita harus hitung. Apa benar Rp502,4 triliun itu adalah kebijakan yang harus kita pertahankan sampai tahun depan," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (18/8).

Menurutnya, perhitungan dilakukan pemerintah dengan sangat hati-hati. Pasalnya, kebijakan BBM mempertaruhkan inflasi dan daya beli masyarakat, yang ujungnya akan berimbas pada pertumbuhan ekonomi.

Memang katanya, keuangan negara bertambah cukup besar dengan adanya windfall atau kenaikan harga komoditas unggulan dalam negeri. Namun, durian runtuh itu ia nilai tak bisa digunakan hanya untuk menambah subsidi energi demi meredam efek kenaikan harga minyak dunia.

Sebab, pemerintah punya tugas lain yaitu menurunkan defisit anggaran kembali ke bawah 3 persen. Setelah, pada 2020, 2021 dan 2023 diperbolehkan memperlebar defisit hingga 6 persen akibat covid-19.

Namun, pada 2023 defisit harus kembali diturunkan dan APBN dijaga kesehatannya. Penurunan defisit tak bisa langsung dilakukan tapi harus dari saat ini.

"Di sisi lain ada ruang menggunakan windfall untuk mengurangi defisit," jelasnya.

[Gambas:Video CNN]

Febrio kembali menekankan masalah subsidi energi dan BBM tak sesederhana yang dipikirkan; tinggal menggunakan penerimaan dari kenaikan harga komoditas untuk menambah subsidi energi. Pasalnya, pemerintah juga masih perlu membantu masyarakat melalui berbagai bantuan sosial.

"Jadi memang dari windfall menjaga daya beli masyarakat dan digunakan untuk mengurangi defisit agar makin stabil. Masyarakat kita buat sehat dan defisit APBN makin sehat," kata dia.

Selain itu, inflasi adalah menjadi pertimbangan utama apalagi saat ini tengah meningkat akibat kenaikan harga pangan.

"Jadi pertimbangannya nggak cuma satu atau dua. Inflasi akan kita lihat dampaknya terhadap daya beli masih bisa kita jaga atau tidak. Di sisi lain, APBN masih kuat atau nggak. Ini pertimbangan-pertimbangan yang mungkin tiba saatnya kita akan putuskan," pungkasnya.

(ldy/agt)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER