TAIPAN

Sir Jim Ratcliffe, Konglomerat Inggris yang Doyan Beli Klub Bola

tim | CNN Indonesia
Minggu, 18 Sep 2022 08:13 WIB
Sir Jim Ratcliffe merupakan salah satu orang terkaya di Inggris dengan harta mencapai US$174 triliun. Kekayaannya berasal dari raksasa petrokimia Ineos Group. Sir Jim Ratcliffe merupakan salah satu orang terkaya di Inggris dengan harta mencapai US$174 triliun. Kekayaannya berasal dari raksasa petrokimia Ineos Group. (CNN Indonesia/Astari Kusumawardhani).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kerja keras bisa mengubah nasib seorang pegawai menjadi konglomerat. Hal itu telah dibuktikan oleh Sir James Arthur Ratcliffe (Jim Ratcliffe).

Ratcliffe merupakan salah satu orang terkaya di Inggris. Pada 2018 lalu, The Sunday Times Rich List menempatkannya sebagai konglomerat terkaya di Britania Raya.

Per Jumat (16/9), Forbes mencatat Ratcliffe memiliki harta US$11,6 miliar atau sekitar Rp174 triliun (asumsi kurs Rp15 ribu per dolar AS). Kekayaannya itu menempatkannya di posisi ke-158 orang terkaya di dunia.

Ratcliffe lahir Kota Manchester, Inggris, pada 18 Oktober 1952. Ia dibesarkan oleh keluarga kelas menengah. Ayahnya seorang pengusaha bidang konstruksi mebel dan ibunya bekerja sebagai pegawai administrasi perusahaan swasta.

Dilansir dari berbagai sumber, Ratcliffe meraih gelar insinyur kimia dari Universitas Birmingham pada 1974. Setelah lulus, ia langsung bekerja di perusahaan minyak ExxonMobil.

Sembari bekerja, pada 1978, ia memutuskan untuk menempuh pendidikan master jurusan akuntansi manajemen di London Business School.

Selama bertahun-tahun ia bekerja sebagai karyawan perusahaan minyak. Lalu, saat berusia 35 tahun, Ratcliffe memutuskan untuk menjajal karir di perusahaan modal ventura, Advent Internasional.

Ratcliffe ikut membesarkan Advent selama lima tahun bekerja di sana. Pengalaman yang dimilikinya membuatnya berani untuk mendirikan perusahaan shale gas 'Inspec' bersama rekannya.

Titik balik keberhasilan Ratcliffe adalah saat mendirikan Ineos pada 1998 dari hasil penjualan saham Inspec senilai US$1 miliar.

Ratcliffe membesarkan Ineos sebagai perusahaan petrokimia raksasa. Perusahaannya memproduksi berbagai produk mulai dari minyak sintetik hingga plastik.

Di bawah kepemimpinan Ratcliffe, Ineos menjadi raksasa. Pada 2021 lalu, Ineos membeli dua perusahaan kimia dari BP senilai US$5 miliar.

Ineos chairman Jim Ratcliffe (C) visits the INEOS plant in Grangemouth as the first shipment of shale gas from the United States arrived in Britain on September 27, 2016. - A £2 billion (2.3 billion euros, $2.6 billion) investment by Ineos, the world's third largest chemical company, will create a Sir Jim Ratcliffe merupakan salah satu orang terkaya di Inggris. Kekayaannya berasal dari raksasa petrokimia Ineos Group. (Andy Buchanan / AFP).

Mengutip situs resmi Ineos, perusahaan saat ini beroperasi di 29 negara dengan pendapatan mencapai US$61 miliar per tahun. Ineos mempekerjakan lebih dari 26 ribu orang di 36 anak usaha.

Kesuksesannya Ratcliffe tak luput dari perhatian Kerajaan Inggris. Pada 2018, ia mendapatkan gelar ksatria dari Ratu Elizabeth II atas jasanya pada sektor bisnis dan investasi.

Namun, sejak 2020, Ratcliffe dan keluarnya memilih tinggal di Monaco. Ia pindah lantaran ingin mengurangi beban pajak pribadinya.

Mengutip Guardian, kepindahannya itu bisa menghemat beban pajak hingga 4 miliar pound sterling.

Penggemar Bola

Di tengah kesibukannya sebagai pengusaha, Ratcliffe kerap meluangkan waktu untuk menonton pertandingan sepak bola.

Ia memang menggemari sepak bola sejak kecil. Beberapa kali, namanya muncul sebagai calon pembeli klub-klub besar Liga Inggris mulai dari Chelsea hingga klub favoritnya, Manchester United.

Pada 2019, lewat Ineos, Ratcliffe mengambil alih kepemilikan klub Liga 1 Prancis Nice. Ia juga tercatat sebagai pemilik klub bola Swiss Super League FC Lausanne-Sport.

Ia membuktikan keseriusannya untuk membeli klub Liga Inggris Chelsea dari taipan Rusia Roman Abramovich dengan menawarkan uang 4,25 miliar pound sterling pada akhir April lalu.

Pada beberapa kesempatan, ia melontarkan bahwa statusnya sebagai pengusaha asal Inggris harus dipertimbangkan dalam memilih pemiik baru The Blues. Namun, tawarannya itu ditolak oleh manajemen klub.

Kemudian, sejak Agustus lalu, namanya santer sebagai calon pembeli MU dari Keluarga Glazer.

"Apabila klub itu dijual, Jim jelas menjadi pembeli yang potensial. Jika sesuatu seperti ini (penjualan saham) mungkin terjadi, kami akan tertarik untuk bicara terkait keinginan memiliki klub dalam kurun waktu yang lama," ujar juru bicara Ratcliffe seperti dilansir The Sun pada pertengahan Agustus lalu.

[Gambas:Video CNN]



(sfr/agt)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER