Garuda Incar Dana Rp13,06 T dari Rights Issue

tim | CNN Indonesia
Senin, 26 Sep 2022 23:04 WIB
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menargetkan US$863 juta atau setara Rp13,06 triliun dari Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue). PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menargetkan US$863 juta atau setara Rp13,06 triliun dari Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue). Ilustrasi. (ROMEO GACAD / AFP).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menargetkan dana US$863 juta atau setara Rp13,06 triliun (asumsi kurs Rp15.143 per dolar) dari Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue).

"Total yang diharapkan kebutuhan restrukturisasi akan mencapai US$863 juta," ungkap Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Prasetio dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XI DPR RI, Senin (26/9).

Ia mengatakan rights issue dilaksanakan melalui penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp7,5 triliun atau sekitar US$505 juta.

Sementara, dana yang diharapkan dari partisipasi publik yakni Rp5,37 triliun atau sekitar US$358 juta.

Adapun saat ini pemerintah memegang 60,54 persen saham emiten berkode GIAA ini. Kemudian, PT Trans Airways 28,26 persen dan publik 11 persen.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban menuturkan rights issue bakal digelar akhir tahun ini. Ia menyebut harga rights issue Garuda Indonesia dipatok pada kisaran Rp50-Rp150 per lembar saham.

"Penetapan harga rights issue menggunakan penilai independen atau KJPP," kata Rionald.

Lebih lanjut, ia menuturkan kepemilikan saham pemerintah setelah rights issue akan ada pada rentang 53,12 persen hingga 54,08 persen.

"Dalam hal pemegang saham minoritas mengambil haknya, maka dengan harga pelaksanaan di kisaran Rp50 hingga Rp150 per lembar, kepemilikan negara berubah di kisaran 51,43 persen hingga 52,57 persen," ujar Rionald.

[Gambas:Video CNN]



(mrh/sfr)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER