Sri Mulyani Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Sudah di Atas Sebelum Pandemi

CNN Indonesia
Kamis, 24 Nov 2022 20:04 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengklaim ekonomi Indonesia tumbuh 6,6 persen. Angka ini di atas level pra pandemi covid-19. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengklaim ekonomi Indonesia tumbuh 6,6 persen. Angka ini di atas level pra pandemi covid-19. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengklaim ekonomi Indonesia tumbuh 6,6 persen. Angka ini di atas level pra pandemi covid-19.

Hal tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers APBN Kita yang disiarkan secara virtual pada Kamis (24/11). Ia menjelaskan pertumbuhan ekonomi RI terjaga pada level di atas 5 persen selama empat kuartal berturut-turut.

Jika akumulasikan level produk domestik bruto (PDB) riil Indonesia dari kuartal I hingga kuartal III tahun ini telah mencapai 6,6 persen.

"Pertumbuhan ekonomi sudah 6,6 persen di atas pra pandemi level, yaitu 2019. Ini termasuk pemulihan yang relatif kuat dan cepat dibandingkan banyak negara lain," ujar Ani, sapaan akrabnya.

Ia mengatakan negara lain yang belum pulih dari level pandemi seperti Inggris, Jepang, dan Thailand.

"Inggris termasuk yang paling telat, sampai hari ini mereka belum pulih sampai ke level pra pandemi. Thailand dan Jepang masih berada di bawah level pra pandemi," imbuhnya.

Lebih lanjut, Ani mengatakan tren pemulihan ekonomi Indonesia pun merupakan salah satu yang terkuat di antara negara G20. Tren pemulihan yang sama juga terjadi di sejumlah negara berkembang lainnya, seperti di Malaysia, Vietnam, dan Filipina.

Sementara itu, negara yang relatif maju justru mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang melambat pada kuartal ketiga tahun ini. Menurutnya, ini terjadi sebagai buntut dari tingkat inflasi dan suku bunga negara tersebut yang meningkat tinggi.

"Negara yang relatif maju, yang inflasinya tinggi dan kenaikan suku bunganya sudah tinggi, perekonomiannya mulai mendingin. Inggris bahkan hanya (mencatat pertumbuhan ekonomi) 2,4 persen di kuartal III, Italia 2,6 persen, Prancis bahkan hanya 1 persen, seluruh Uni Eropa tumbuh 2,1 persen," kata Ani.

Ia menyebut hal ini menjadi bukti bahwa upaya memerangi inflasi dengan kenaikan suku bunga berimbas pada pertumbuhan ekonomi.

Ani pun menilai tingkat inflasi tinggi dan suku bunga yang meroket masih akan menjadi momok bagi ekonomi global.

"Tantangan ini yang akan terus dihadapi pada 2022 dan 2023 mendatang," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(mrh/agt)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER