Belanja Pemilu Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 2023

CNN Indonesia
Rabu, 30 Nov 2022 06:26 WIB
Ekonom menilai pertumbuhan ekonomi RI pada 2023 bisa di atas 5 persen karena berkah belanja pilpres, pileg, dan kepala daerah pada awal 2024. Ekonom menilai pertumbuhan ekonomi RI pada 2023 bisa di atas 5 persen karena berkah belanja pilpres, pileg, dan kepala daerah pada awal 2024. Ilustrasi. (CNNIndonesia/Adi Maulana).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi stabil di kisaran 5 persen pada 2023 mendatang. Salah satu faktor penopangnya adalah belanja partai politik (parpol) jelang pemilu dan pilpres.

Ekonom Mandiri Sekuritas Leo Putra Rinaldy menyebut pemilu yang ditetapkan pada 14 Februari 2024 atau maju sekitar dua bulan dari jadwal sebelumnya April 2024, diyakini membawa berkah berupa belanja partai politik setidaknya dua kuartal sebelum perhelatan pesta demokrasi.

"Impact spending pemilu akan terjadi pada semester II 2023. Impact-nya berbeda dengan pemilu sebelumnya karena serentak pilpres, pileg (pemilihan legislatif) dan kepala daerah. Tahun depan, bisa lebih besar (pertumbuhan ekonominya)," ujarnya di Editor Luncheon Generali, Selasa (29/11).



Optimisme itu bukan isapan jempol, mengingat tren pertumbuhan ekonomi nasional, kata Leo, di atas tren global yang saat ini direvisi turun oleh sejumlah lembaga internasional, seperti IMF dan Bank Dunia.

Pada kuartal II 2021, pertumbuhan ekonomi RI melesat 7,1 persen. Berlanjut 3,5 persen pada kuartal III 2021 dan 5 persen pada kuartal IV 2021.

Selanjutnya, pada kuartal I 2022, pertumbuhan ekonomi RI bertahan di posisi 5 persen. Lalu, jadi 5,4 persen pada kuartal II 2022, dan 5,7 persen pada kuartal III 2022.

Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi global diprediksi hanya 3,2 persen pada 2022 dan menurun jadi 2,7 persen pada 2023 mendatang.



"Di sisi lain, inflasi RI pertama kalinya di bawah Inggris, Amerika Serikat (AS), dan negara maju lainnya, meskipun inflasi RI tren naik setelah kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu," terang Leo.

Karena itulah, sambung dia, ancaman resesi semakin nyata bagi ekonomi negara barat, terutama Eropa. Namun, ancaman resesi jauh dari Indonesia.

"Bagaimana dengan Indonesia? In a better footing compared to peers. Kita jauh lebih baik. Karena ekonomi kita 60 persennya dipengaruhi konsumsi masyarakat," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani percaya diri mengklaim ekonomi tumbuh 6,6 persen berdasarkan produk domestik bruto (PDB) riil Indonesia dari kuartal I hingga kuartal III. "Di atas pra-pandemi level pada 2019. Ini pemulihan yang relatif kuat dan cepat dibanding banyak negara lain," jelasnya.

[Gambas:Video CNN]



(bir/dzu)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER