PUPR Pastikan Infrastruktur Lintas Jawa Siap Dilalui saat Libur Nataru

tim | CNN Indonesia
Kamis, 01 Des 2022 20:59 WIB
Kementerian PUPR memastikan jalan dan jembatan nasional di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta siap menghadapi arus kendaraan saat libur Nataru 2023. Kementerian PUPR memastikan jalan dan jembatan nasional di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta siap menghadapi arus kendaraan saat libur Nataru 2023. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aji Styawan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR memastikan kesiapan infrastruktur jalan dan jembatan nasional di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk menghadapi arus kendaraan pada libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2023.

Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I Akhmad Cahyadi mengatakan di Jawa ada tiga lintas utama, yaitu lintas pantai utara (Pantura) sepanjang 1.430 kilometer (km), lalu jalan Tol Trans Jawa sepanjang 1.403 km, dan lintas pantai selatan (Pansela) yang telah terbangun dari Banten-Jawa Barat-Jawa Tengah- DIY, dan Jawa Timur dengan panjang 1.167 km.

"Ketiga lintas itu kita siapkan sebaik mungkin untuk menghadapi arus mudik Natal dan tahun baru ini," ungkapnya melalui keterangan resmi, Kamis (1/12).

Cahyadi menjelaskan pihaknya tidak hanya mempersiapkan tiga lintas utama di Jawa, tetapi juga jalan akses penghubung ketiga lintas utama tersebut.

Seperti misalnya dari Pantura ke Selatan itu ada dari Pejagan, Prupuk, dan Purwokerto. Kemudian, yang di Timur ada dari Rembang, Blora, Cepu, dan Ngawi.

"Rata-rata kemantapan jalan nasional kita adalah 92 persen. Memang masih ada beberapa ruas yang belum mantap di lintas selatan seperti Jladri, kemudian di Purwokerto ada beberapa km yang masih perlu kita tingkatkan," ujar Cahyadi.

Lebih lanjut, ia mengatakan ada beberapa kegiatan yang masih berlangsung sampai Nataru nanti, salah satunya kegiatan penggantian jembatan Callender Hamilton (CH).

Cahyadi menyebut ada 38 unit jembatan di Jawa, yang sedang dalam proses pelaksanaan konstruksi.

"Memang ada beberapa yang mengganggu dan mengurangi kapasitas jalan kita sehingga menimbulkan antrian yang cukup panjang diantaranya di Jawa Tengah ini ada Jembatan CH Juana. Namun nanti pada saat arus Nataru akan kita siapkan jalur-jalur detour / Jalur pengganti nya," imbuhnya.

Pihaknya juga tengah menyiapkan penambahan kapasitas di bahu jalan, sehingga pembangunan Jembatan CH Juana ini tidak terlalu mengganggu arus Nataru.

Karena saat ini musim hujan, kata dia, beberapa tempat yang terjadi longsoran seperti arah ke Wonosari sedang ditangani. Sedangkan, longsor-longsor lain Cilacap, Purwokerto, dan perbatasan Jawa Barat sudah tertangani.

Ditjen Bina Marga juga akan menyiapkan alat berat (Disaster Relief Unit/DRU) untuk antisipasi jika terjadi bencana alam seperti longsor, gempa, dan lain sebagainya.

Menurut Cahyadi jalur Pansela bisa menjadi alternatif apabila jalur-jalur lainnya dalam kondisi yang cukup padat. Namun, ia menyarankan untuk melintas di waktu siang hari karena penerangannya cukup.

Sedangkan untuk malam hari, ia menyarankan pengendara tetap melintas melalui jalur Pantura maupun jalan tol.

[Gambas:Video CNN]



(mrh/sfr)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER