Harga Minyak Terkerek ke US$85,96 Usai OPEC+ Sepakat Pangkas Produksi

tim | CNN Indonesia
Senin, 05 Des 2022 07:10 WIB
Harga minyak dunia naik tipis di awal perdagangan Senin (5/12) setelah OPEC+ menegaskan kembali pengetatan produksi. Harga minyak dunia naik tipis di awal perdagangan Senin (5/12) setelah OPEC+ menegaskan kembali pengetatan produksi. (CNN Indonesia/Agus Triyono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak dunia naik tipis di awal perdagangan Senin (5/12) setelah OPEC+ menegaskan kembali pengetatan produksi. Kenaikan harga minyak terjadi menjelang larangan Uni Eropa (UE) dan pembatasan harga minyak mentah Rusia yang dimulai hari ini.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent naik 39 sen atau 0,5 persen menjadi US$85,96 per barel pada 2309 GMT.

Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 37 sen atau 0,5 persen menjadi US$80,35 per barel.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia itu telah sepakat untuk tetap berpegang teguh pada rencana pengetatan produksi sebesar 2 juta barel per hari. Hal ini akan dilakukan sejak November 2022 hingga 2023.

Analis mengatakan keputusan OPEC+ itu merupakan hal yang diharapkan anggotanya. Sebab, produsen utama menunggu untuk melihat dampak larangan impor UE dan batas harga Grup Tujuh (G7) US$60 per barel pada minyak Rusia.

Di sisi lain, Rusia mengancam akan memangkas pasokan ke negara mana pun yang mengikuti pembatasan harga itu.

"Mengingat ketidakpastian yang belum pernah terjadi sebelumnya, strategi menonton dan menunggu OPEC+ tampak sangat masuk akal," kata analis RBC Capital Markets dalam sebuah catatan.

Selain itu, kenaikan harga minyak juga dipicu lantaran China mulai melonggarkan pembatasan covid-19 selama akhir pekan. Hal ini memberi peluang kembali meningkatnya permintaan ke Negeri Tirai Bambu itu.

[Gambas:Video CNN]



(mrh/dzu)
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER