Edy Rahmayadi soal Inflasi di Sumut: Terlalu Banyak Orang Merokok

tim | CNN Indonesia
Senin, 05 Des 2022 11:40 WIB
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan salah satu faktor kenaikan harga barang atau inflasi di daerahnya adalah terlalu banyak orang merokok. Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan salah satu faktor kenaikan harga barang atau inflasi di daerahnya adalah terlalu banyak orang merokok. (CNN Indonesia/ Priska Sari Pratiwi).
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan salah satu faktor kenaikan harga barang atau inflasi di daerahnya adalah terlalu banyak orang merokok.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dibagikan Edy, rokok kretek filter menempati urutan ketiga daftar komoditas penyumbang inflasi. Rokok kretek filter menyumbang 0,23 persen terhadap inflasi Sumatera Utara.

"Penyumbang inflasi ini klasik, bensin, angkutan udara, kretek, terlalu banyak merokok orang di sini, beras, angkutan dalam kota," kata Edy dalam rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi daerah yang digelar secara hibrida di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (5/12).

Edy berkata kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga mempengaruhi inflasi di Sumatera Utara. Komoditas itu menyumbang 1,15 persen inflasi di Sumatera Utara.

Komoditas lain yang menyumbang inflasi di Sumatera Utara menurut Edy adalah angkutan udara (0,25 persen), beras (0,21 persen), dan angkutan dalam kota (0,21 persen).

Dia berkata sebenarnya Pemprov Sumatera Utara menargetkan inflasi year on year pada November 2022 sebesar 4,5 persen. Namun, target itu meleset dan inflasi di Sumatera mencapai 5,03 persen.

Edy menyampaikan pihaknya telah merespons hal itu dengan merapatkan barisan pemerintah kabupaten/kota. Ia memanggil semua kepala daerah di kabupaten dan kota untuk menegaskan pengendalian inflasi.

"Kami melibatkan Forkopimda, kami undang bupati, wali kota, kita informasikan, kita dikte bersama-sama sehingga inilah yang bisa kita kendalikan," ujar Edy.

[Gambas:Video CNN]



(dhf/agt)
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER