Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di level 6.911 pada Jumat (3/2). Indeks saham menguat 21,60 poin atau plus 0,31 persen dari perdagangan sebelumnya.
Dalam sepekan terakhir, IHSG tercatat melemah dua kali dan menguat tiga kali. Secara akumulatif, perdagangan menguat 1,16 persen.
Tercatat investor asing melakukan jual bersih (net sell) minus Rp460 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Yulianto Aji Sadono mengungkapkan peningkatan terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa sebesar 10,61 persen menjadi Rp10,73 triliun dari Rp9,70 triliun pada pekan sebelumnya.
Menurutnya, kapitalisasi pasar bursa juga mengalami peningkatan 0,07 persen menjadi Rp9.510 triliun dari Rp9.504 triliun pada pekan sebelumnya.
"Volume transaksi harian bursa mengalami perubahan sebesar 7,41 persen menjadi 18,61 miliar saham dari 20,10 miliar saham pada penutupan pekan yang lalu," kata Yulianto dikutip dari situs IDX, Jumat (3/2).
Associate Director PT Universal Broker Indonesia Sekuritas Hadrian Maynard Taslim menilai IHSG berpotensi untuk kembali menguat dengan koreksi terbatas lebih dulu. Sebab, pekan lalu pasar modal gagal menembus level 7.000.
Menurutnya, para investor dapat mengamati level support IHSG di area sekitar MA20 hingga MA50 yakni rentang 6.779-6.829. Sedangkan, level resistance di area 6.933-6.953. Nantinya, IHSG akan berpotensi menguat lebih lanjut jika bertahan di atas level 7.000.
Sejumlah sentimen yang dapat mempengaruhi bursa dari dalam negeri adalah data inflasi yang melambat lebih dalam dari perkiraan yakni 5,28 persen secara tahunan di 2023. Sementara, pada Desember 2022 inflasi mencapai 5,51 persen.
"Investor juga menyambut data positif dari Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia yang menunjukkan sektor manufaktur masih di zona ekpansif," ujar Hadrian ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (5/2).
Hal ini ditunjukkan melalui data PMI pada Januari 2023 yang tercatat naik menjadi 51,3 dari sebelumnya 50,9 di Desember 2022.
Tak hanya itu, Hadrian melansir data dari Trading Economic yang memperlihatkan mayoritas harga komoditas bergerak melemah dengan data minyak mentah (crude oil) turun 3,28 persen ke level US$73,39 per barel.
Sedangkan, harga batu bara (coal) terkoreksi 0,8 persen di level 245 per ton, emas (gold) koreksi 2,48 persen di level 1.864 per troy ounce, dan nikel melemah 3,99 persen ke level 28.427.
Berdasarkan sentimen itu, Hadrian merekomendasikan investor untuk menghindari sektor energi. Sebab, menurutnya, sektor ini telah menembus support-nya di level 2.141 dan berpeluang menguji level support berikutnya di area 2.021-2.052.
Selain itu, sektor yang saat ini sedang rawan koreksi adalah konsumer non-cyclical. Penyebabnya adalah saham-saham rokok seperti GGRM dan HMSP yang telah reli signifikan pada pekan lalu.
"Sektor yang perlu dicermati pekan ini adalah properti yang berpeluang melanjutkan penguatannya ditopang kebangkitan saham-saham real estat dan konstruksi," paparnya.
Tiga emiten rekomendasi Hadrian adalah EMTK, BSDE, dan PWON untuk trading buy.
Bergantung Sikap The Fed
Analis menyebut pergerakan saham ke depan bergantung pada kebijakan moneter The Fed. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Sementara itu, Pengamat Pasar Modal Oktavianus Audi mengungkapkan peluang pergerakan IHSG pekan ini masih terbatas. Menurutnya, IHSG masih berada dalam zona supply dengan rentang level 6.828-6.952 yang terbentuk sejak akhir Desember 2022.
"Kami melihat pergerakan akan cenderung kembali terbatas pada pekan kedua Februari 2023. Konfirmasi penguatan terjadi jika IHSG keluar zona supply dengan potensi menuju 7.030-7.135, akan tetapi antisipasi pelemahan jika gagal breakout dengan level 6.828 menjadi support," kata Audi.
Menurutnya, meski didorong sentimen positif dari rilis data ekonomi dalam negeri, tetapi indeks akan dipengaruhi juga oleh sikap The Fed pekan ini. Pidato ketua The Fed Jerome Powell itu akan memberikan sentimen terhadap pasar pekan ini.
Jika sikap The Fed kembali hawkish seiring dengan kondisi ekonomi AS yang masih cukup kuat, maka itu dapat berdampak negatif terhadap pasar saham.
Pasalnya sikap itu akan memicu kekhawatiran pasar terhadap terjadi perpindahan investasi ke pasar obligasi.
[Gambas:Photo CNN]
Selain itu, rilis data tingkat pengangguran Januari di Amerika Serikat menunjukkan level terendah sejak Mei 1969 yakni di posisi 3,4 persen dengan terjadi penambahan tenaga kerja sebesar 517 ribu. Angka ini menunjukkan dua kali lipat dari Desember 2022.
Artinya, kondisi ekonomi AS saat ini cukup kuat, sehingga akan membuka peluang pengetetatan kebijakan moneter terus berlanjut.
Namun demikian, pergerakan bursa juga didorong oleh sentimen positif dari dalam negeri. Pertama, rilis data pertumbuhan PDB tahunan yang diperkirakan konsensus berada di level 5,29 persen atau yang artinya pertumbuhan ekonomi kembali ke atas rerata 5 persen paska covid-19.
Kedua, rilis indeks keyakinan konsumen bulan Januari yang diperkirakan naik ke level 120. Kepercayaan yang masih tinggi terhadap kondisi ekonomi Indonesia diprediksi Audi akan memberikan stabilitas konsumsi ke depannya.
"Terlebih, rilis penjualan eceran Desember 2022 diperkirakan naik sebesar 3 persen year-on-year," ucapnya.
Audi menyarankan para investor untuk memperhatikan sektor keuangan karena kenaikan suku bunga dan juga data makro yang menguat. Selain itu, ada sektor properti dan infrastruktur karena valuasi dan teknikal yang menarik.
Saham pilihan Audi adalah BBRI (trading buy) dengan rentang 4.630-4.980, PWON (trading buy) rentang 448-505; dan GOTO (buy on weakness) di rentang 111-142.
[Gambas:Video CNN]