Pilihan Saham Cuan Jelang Lebaran, Infrastruktur Bisa Jadi Incaran
Lidya Kembaren | CNN Indonesia
Senin, 17 Apr 2023 06:41 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia --
IndeksHarga SahamGabungan (IHSG) ditutup di level 6.819 pada Jumat (14/4). IHSG menguat sebesar 25 poin atau 0,38 persen dari perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data dari RTI, tercatat dalam sepekan lalu asing melakukan aksi beli bersih (net buy) mencapai Rp3,10 triliun di seluruh perdagangan. Rerata nilai transaksi sepekan sebesar Rp9,13 triliun, lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya sebesar Rp13,5 triliun.
Pengamat Pasar Modal Oktavianus Audi mengatakan meski IHSG pada pekan lalu mengalami penguatan, tetapi belum berhasil melewati level tertinggi sebelumnya di 6.869. Karenanya, ia memperkirakan IHSG bergerak cenderung melemah dalam rentang level 6.734-6.869 pada pekan ini.
"Apalagi pekan ini hanya tersisa dua hari perdagangan di bursa sebelum cuti bersama dan libur lebaran," ujar Audi kepada CNNIndonesia.com.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG pada pekan ini selain perdagangan yang hanya tersisa dua hari. Pertama, rilis neraca dagang pada awal pekan ini.
Berdasarkan konsensus pasar, neraca perdagangan diperkirakan kembali surplus sebesar US$3,39 miliar.
"Kami melihat ini masih menjadi sentimen positif didorong reopening China untuk terjaganya stabilitas ekonomi," kata Audi.
Kedua, pengumuman suku bunga Bank Indonesia pada Selasa (18/4) atau sehari sebelum cuti bersama Lebaran 2023 dimulai. Pasar memperkirakan suku bunga BI akan tetap ditahan di level 5,75 persen karena inflasi yang juga terus turun sejak awal tahun.
Ketiga, rilis data pengangguran Amerika Serikat (AS). Konsensus pasar memperkirakan jumlah pengangguran di Negeri Paman Sam tersebut naik menjadi 240 ribu akibat dari pengetatan kebijakan moneter di AS.
"Pembagian dividen tahun buku 2022 masih akan juga memberikan sentimen positif untuk pasar. Meski demikian, untuk pekan depan kami mengantisipasi libur bursa yang cukup panjang (lima hari bursa) sehingga dapat memberikan tekanan di tengah fluktuasi pasar global," jelasnya.
Audi memperkirakan dengan sentimen itu ada sektor yang bisa dipertimbangkan untuk dikoleksi oleh investor, yakni sektor energi karena mendapatkan topangan dari kenaikan harga komoditas serta pergerakan teknikal saham yang potensial.
Pekan ini, Audi merekomendasikan empat saham yang bisa dipilih oleh investor. Rinciannya adalah MEDC (trading buy) di rentang Rp1.030-Rp1.320, JSMR (trading buy) di rentang Rp3.300-Rp3.570, MDKA (trading buy) di rentang Rp4.120-Rp4.830, dan TOWR (trading buy) di rentang Rp950-Rp1.100.
Sementara, Associate Director PT Universal Broker Indonesia Sekuritas Hadrian Maynard Taslim memperkirakan IHSG bakal bergerak sideways dengan kecenderungan menguat menjelang libur lebaran.
Ia memproyeksi IHSG pada pekan ini bakal berada di rentang resistance di level 6.869-6.961 dan range support di level 6.728-6.735.
Dari luar negeri, sentimen yang mempengaruhi IHSG di pekan ini adalah kebijakan The Fed yang diprediksi bakal menghentikan kenaikan suku bunga di Juni 2023 setelah rilis data inflasi AS dan pengangguran AS keluar minggu kemarin.
"Data inflasi AS mulai mengalami penurunan pada Maret, yang mana telah memberikan efek positif pada pasar saham global dan IHSG," kata Hadrian.
Sementara sentimen dari dalam negeri, para pelaku pasar menantikan rilis neraca perdagangan Indonesia oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari ini. Neraca dagang diperkirakan kembali surplus US$3,99 miliar pada Maret 2023 yang turun dari US$5,48 miliar pada Februari 2023.
"Disamping itu, investor juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI dalam rangka menetapkan BI 7-Day Reverse Repo Rate yang diprediksi masih akan bertahan di level 5,75 persen mengingat komitmen BI dalam menerapkan pro growth dan pro stability," jelasnya.
Dengan adanya berbagai sentimen ini, maka Hadrian menyarankan agar investor perlu mencermati pergerakan saham-saham yang ingin dikoleksi.
Menurutnya, untuk pekan ini sektor saham yang bisa dikoleksi oleh investor adalah keuangan, kesehatan, infrastruktur, dan industri dasar. Sektor saham tersebut adalah yang menguat pada penutupan akhir pekan lalu.
Sedangkan, sektor yang perlu diwaspadai adalah teknologi, transportasi, cyclical dan non-cyclical yang terpantau ditutup terkoreksi karena terkena level resisten.
IndeksHarga SahamGabungan (IHSG) ditutup di level 6.819 pada Jumat (14/4). IHSG menguat sebesar 25 poin atau 0,38 persen dari perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data dari RTI, tercatat dalam sepekan lalu asing melakukan aksi beli bersih (net buy) mencapai Rp3,10 triliun di seluruh perdagangan. Rerata nilai transaksi sepekan sebesar Rp9,13 triliun, lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya sebesar Rp13,5 triliun.
Pengamat Pasar Modal Oktavianus Audi mengatakan meski IHSG pada pekan lalu mengalami penguatan, tetapi belum berhasil melewati level tertinggi sebelumnya di 6.869. Karenanya, ia memperkirakan IHSG bergerak cenderung melemah dalam rentang level 6.734-6.869 pada pekan ini.
"Apalagi pekan ini hanya tersisa dua hari perdagangan di bursa sebelum cuti bersama dan libur lebaran," ujar Audi kepada CNNIndonesia.com.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG pada pekan ini selain perdagangan yang hanya tersisa dua hari. Pertama, rilis neraca dagang pada awal pekan ini.
Berdasarkan konsensus pasar, neraca perdagangan diperkirakan kembali surplus sebesar US$3,39 miliar.
"Kami melihat ini masih menjadi sentimen positif didorong reopening China untuk terjaganya stabilitas ekonomi," kata Audi.
Kedua, pengumuman suku bunga Bank Indonesia pada Selasa (18/4) atau sehari sebelum cuti bersama Lebaran 2023 dimulai. Pasar memperkirakan suku bunga BI akan tetap ditahan di level 5,75 persen karena inflasi yang juga terus turun sejak awal tahun.
Ketiga, rilis data pengangguran Amerika Serikat (AS). Konsensus pasar memperkirakan jumlah pengangguran di Negeri Paman Sam tersebut naik menjadi 240 ribu akibat dari pengetatan kebijakan moneter di AS.
"Pembagian dividen tahun buku 2022 masih akan juga memberikan sentimen positif untuk pasar. Meski demikian, untuk pekan depan kami mengantisipasi libur bursa yang cukup panjang (lima hari bursa) sehingga dapat memberikan tekanan di tengah fluktuasi pasar global," jelasnya.
Audi memperkirakan dengan sentimen itu ada sektor yang bisa dipertimbangkan untuk dikoleksi oleh investor, yakni sektor energi karena mendapatkan topangan dari kenaikan harga komoditas serta pergerakan teknikal saham yang potensial.
Pekan ini, Audi merekomendasikan empat saham yang bisa dipilih oleh investor. Rinciannya adalah MEDC (trading buy) di rentang Rp1.030-Rp1.320, JSMR (trading buy) di rentang Rp3.300-Rp3.570, MDKA (trading buy) di rentang Rp4.120-Rp4.830, dan TOWR (trading buy) di rentang Rp950-Rp1.100.
Saham Sektor Keuangan dan Kesehatan
Analis memperkirakan IHSG datar cenderung menguat menjelang libur lebaran. Mereka karena itu menyarankan investor mengoleksi saham keuangan hingga infrastruktur. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Sementara, Associate Director PT Universal Broker Indonesia Sekuritas Hadrian Maynard Taslim memperkirakan IHSG bakal bergerak sideways dengan kecenderungan menguat menjelang libur lebaran.
Ia memproyeksi IHSG pada pekan ini bakal berada di rentang resistance di level 6.869-6.961 dan range support di level 6.728-6.735.
Dari luar negeri, sentimen yang mempengaruhi IHSG di pekan ini adalah kebijakan The Fed yang diprediksi bakal menghentikan kenaikan suku bunga di Juni 2023 setelah rilis data inflasi AS dan pengangguran AS keluar minggu kemarin.
"Data inflasi AS mulai mengalami penurunan pada Maret, yang mana telah memberikan efek positif pada pasar saham global dan IHSG," kata Hadrian.
Sementara sentimen dari dalam negeri, para pelaku pasar menantikan rilis neraca perdagangan Indonesia oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari ini. Neraca dagang diperkirakan kembali surplus US$3,99 miliar pada Maret 2023 yang turun dari US$5,48 miliar pada Februari 2023.
"Disamping itu, investor juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI dalam rangka menetapkan BI 7-Day Reverse Repo Rate yang diprediksi masih akan bertahan di level 5,75 persen mengingat komitmen BI dalam menerapkan pro growth dan pro stability," jelasnya.
Dengan adanya berbagai sentimen ini, maka Hadrian menyarankan agar investor perlu mencermati pergerakan saham-saham yang ingin dikoleksi.
Menurutnya, untuk pekan ini sektor saham yang bisa dikoleksi oleh investor adalah keuangan, kesehatan, infrastruktur, dan industri dasar. Sektor saham tersebut adalah yang menguat pada penutupan akhir pekan lalu.
Sedangkan, sektor yang perlu diwaspadai adalah teknologi, transportasi, cyclical dan non-cyclical yang terpantau ditutup terkoreksi karena terkena level resisten.