Daftar Terbaru Startup Berstatus Unicorn di Indonesia
CNN Indonesia
Jumat, 26 Mei 2023 16:40 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Jumlah startup atau perusahaan rintisan berstatus unicorn di Indonesia kian bertambah. Ilustrasi. (CNNIndonesia/Basith Subastian).
Jakarta, CNN Indonesia --
Jumlah perusahaan rintisan (startup) berstatus unicorn di Indonesia kian bertambah. Kali ini startup agritech, eFishery menjadi salah satu perusahaan yang masuk daftar.
Unicorn sendiri adalah istilah yang diberikan kepada startup digital yang sudah memiliki kapitalisasi pasar (market capital) minimal US$1 miliar.
Berikut daftar startup yang berstatus unicorn di Indonesia:
eFishery telah mencapai status dengan pendanaan seri D sebesar US$108 juta atau setara dengan Rp1,61 triliun (asumsi kurs Rp14.935 per dolar). Menurut VentureCap Insights, yang melacak pengajuan regulasi, pendanaan tersebut meningkatkan valuasi pasca-penawarannya menjadi US$1,3 miliar.
Mengutip Techinasia, Jumat (26/5), putaran terbaru ini dipimpin oleh 42xfund dan melibatkan investor existing seperti Northstar Group dan SoftBank Vision Fund II.
Gojek
Perusahaan ride-hailing ini digawangi oleh Nadiem Makariem sekitar 2010. Gojek menjadi unicorn pertama yang 'lahir' di Indonesia pada 2016 lalu.
Gojek menjadi unicorn tepat saat usianya menginjak 6 tahun. Saat itu, Gojek menerima pendanaan senilai $550 juta dari konsorsium 8 investor yang digawangi oleh Sequoia Capital.
Beranjak ke Tokopedia. E-Commerce yang didirikan oleh William Tanuwijaya ini hadir satu tahun sebelum Gojek, tepatnya pada 2009. Tokopedia berhasil menjadi unicorn kedua di Indonesia pada 17 Agustus 2017 setelah mendapatkan pendanaan dari Alibaba.
Traveloka
Traveloka atau platform perpesanan tiket online tersebut digawangi oleh Ferry Unardi dan dua rekannya. Traveloka lahir pada 2012 dan mengukuhkan posisinya sebagai unicorn pada 2017.
Traveloka menjadi unicorn setelah mendapatkan pendanaan dari perusahaan sejenis milik asing yakni Expedia.
Bukalapak
Terakhir, yang baru-baru ini mengundang kontroversi yakni Bukalapak. Platform e-commerce ini berdiri pada 2010 digawangi oleh Achmad Zaky. Saat ini Bukalapak menjadi unicorn keempat yang ada di Indonesia.
OVO menjadi unicorn kelima asal Indonesia dengan perkiraan valuasi mencapai US$2,9 miliar atau setara dengan Rp41 triliun (dengan asumsi kurs Rp14.146/US$) pada 2019.
Xendit
Layanan pembayaran business-to-business (B2B) Xendit menyandang status unicorn pada 2021. Saat itu, Xendit pun mendeklarasikan diri sebagai layanan pembayaran B2B pertama yang menyandang status unicorn di RI.
Xendit menjadi unicorn setelah mendapatkan pendanaan US$150 juta dari Tiger Global Management, Accel, Amasia dan Justin Kan's Goat Capital. Pendanaan, ini meningkatkan valuasi perusahaan menjadi US$1 miliar.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Kopi Kenangan
Jaringan makanan dan minuman (F&B), Kopi Kenangan, juga masuk dalam jajaran usaha berstatus unicorn pada 2021. Status unicorn disambar Kopi Kenangan usai mendapat pendanaan Seri C Tahap Pertama senilai US$96 juta atau sekitar Rp1,3 triliun.
Melalui pendanaan ini, valuasi perusahaan saat itu menembus US$1 miliar dan menempatkan Kopi Kenangan sebagai perusahaan New Retail F&B Unicorn pertama di Asia Tenggara.
PT Global Jet Express atau yang lebih dikenal dengan J&T Express menyandang status unicorn pada 2021. Valuasi perusahaan logistik dan pengiriman barang itu sudah mencapai di atas US$7,8 miliar per 7 April 2021.
Nilai tersebut bahkan sudah melebihi para 'seniornya', meski data valuasi yang digunakan cukup lama, yakni 2016-2019. Menurut catatan CBInsights, nilai valuasi J&T Express besar karena memiliki suntikan modal dari sejumlah investor.
Ajaib
pada Oktober 2021 silam, Ajaib menjadi unicorn di Indonesia dan fintech unicorn investasi pertama di Asia Tenggara setelah menggalang dana Seri B sebesar US$243 juta, atau senilai Rp3,4 triliun.
Pendanaan Seri B ini dipimpin oleh DST Global, bersama dengan investor terdahulu Ajaib, yaitu Alpha JWC, Ribbit Capital, Horizons Ventures, Insignia Ventures, dan SoftBank Ventures Asia.
DANA menyandang status baru sebagai unicorn di Indonesia pada 2022. Saat itu, valuasi perusahaan tembus US$1 miliar pada 2022.
Perusahaan mendapatkan suntikan dana segar dari Sinar Mas dan Lazada Group. Nilai kesepakatan Sinar Mas ke DANA sebesar US$250 juta. Namun, Lazada Group tak mempublikasikan jumlah investasi yang disuntikkan ke DANA.
Jumlah perusahaan rintisan (startup) berstatus unicorn di Indonesia kian bertambah. Kali ini startup agritech, eFishery menjadi salah satu perusahaan yang masuk daftar.
Unicorn sendiri adalah istilah yang diberikan kepada startup digital yang sudah memiliki kapitalisasi pasar (market capital) minimal US$1 miliar.
Berikut daftar startup yang berstatus unicorn di Indonesia:
eFishery telah mencapai status dengan pendanaan seri D sebesar US$108 juta atau setara dengan Rp1,61 triliun (asumsi kurs Rp14.935 per dolar). Menurut VentureCap Insights, yang melacak pengajuan regulasi, pendanaan tersebut meningkatkan valuasi pasca-penawarannya menjadi US$1,3 miliar.
Mengutip Techinasia, Jumat (26/5), putaran terbaru ini dipimpin oleh 42xfund dan melibatkan investor existing seperti Northstar Group dan SoftBank Vision Fund II.
Gojek
Perusahaan ride-hailing ini digawangi oleh Nadiem Makariem sekitar 2010. Gojek menjadi unicorn pertama yang 'lahir' di Indonesia pada 2016 lalu.
Gojek menjadi unicorn tepat saat usianya menginjak 6 tahun. Saat itu, Gojek menerima pendanaan senilai $550 juta dari konsorsium 8 investor yang digawangi oleh Sequoia Capital.
Beranjak ke Tokopedia. E-Commerce yang didirikan oleh William Tanuwijaya ini hadir satu tahun sebelum Gojek, tepatnya pada 2009. Tokopedia berhasil menjadi unicorn kedua di Indonesia pada 17 Agustus 2017 setelah mendapatkan pendanaan dari Alibaba.
Traveloka
Traveloka atau platform perpesanan tiket online tersebut digawangi oleh Ferry Unardi dan dua rekannya. Traveloka lahir pada 2012 dan mengukuhkan posisinya sebagai unicorn pada 2017.
Traveloka menjadi unicorn setelah mendapatkan pendanaan dari perusahaan sejenis milik asing yakni Expedia.
Bukalapak
Terakhir, yang baru-baru ini mengundang kontroversi yakni Bukalapak. Platform e-commerce ini berdiri pada 2010 digawangi oleh Achmad Zaky. Saat ini Bukalapak menjadi unicorn keempat yang ada di Indonesia.
OVO menjadi unicorn kelima asal Indonesia dengan perkiraan valuasi mencapai US$2,9 miliar atau setara dengan Rp41 triliun (dengan asumsi kurs Rp14.146/US$) pada 2019.
Xendit
Layanan pembayaran business-to-business (B2B) Xendit menyandang status unicorn pada 2021. Saat itu, Xendit pun mendeklarasikan diri sebagai layanan pembayaran B2B pertama yang menyandang status unicorn di RI.
Xendit menjadi unicorn setelah mendapatkan pendanaan US$150 juta dari Tiger Global Management, Accel, Amasia dan Justin Kan's Goat Capital. Pendanaan, ini meningkatkan valuasi perusahaan menjadi US$1 miliar.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Kopi Kenangan hingga Dana
Jumlah startup atau perusahaan rintisan berstatus unicorn di Indonesia kian bertambah. Ilustrasi. (Screenshot via instagram (@kopikenangan.id)).
Kopi Kenangan
Jaringan makanan dan minuman (F&B), Kopi Kenangan, juga masuk dalam jajaran usaha berstatus unicorn pada 2021. Status unicorn disambar Kopi Kenangan usai mendapat pendanaan Seri C Tahap Pertama senilai US$96 juta atau sekitar Rp1,3 triliun.
Melalui pendanaan ini, valuasi perusahaan saat itu menembus US$1 miliar dan menempatkan Kopi Kenangan sebagai perusahaan New Retail F&B Unicorn pertama di Asia Tenggara.
PT Global Jet Express atau yang lebih dikenal dengan J&T Express menyandang status unicorn pada 2021. Valuasi perusahaan logistik dan pengiriman barang itu sudah mencapai di atas US$7,8 miliar per 7 April 2021.
Nilai tersebut bahkan sudah melebihi para 'seniornya', meski data valuasi yang digunakan cukup lama, yakni 2016-2019. Menurut catatan CBInsights, nilai valuasi J&T Express besar karena memiliki suntikan modal dari sejumlah investor.
Ajaib
pada Oktober 2021 silam, Ajaib menjadi unicorn di Indonesia dan fintech unicorn investasi pertama di Asia Tenggara setelah menggalang dana Seri B sebesar US$243 juta, atau senilai Rp3,4 triliun.
Pendanaan Seri B ini dipimpin oleh DST Global, bersama dengan investor terdahulu Ajaib, yaitu Alpha JWC, Ribbit Capital, Horizons Ventures, Insignia Ventures, dan SoftBank Ventures Asia.
DANA menyandang status baru sebagai unicorn di Indonesia pada 2022. Saat itu, valuasi perusahaan tembus US$1 miliar pada 2022.
Perusahaan mendapatkan suntikan dana segar dari Sinar Mas dan Lazada Group. Nilai kesepakatan Sinar Mas ke DANA sebesar US$250 juta. Namun, Lazada Group tak mempublikasikan jumlah investasi yang disuntikkan ke DANA.