Jakarta, CNN Indonesia -- Mengontrak atau membeli rumah kerap menjadi opsi yang dipertimbangkan masyarakat dalam menentukan hunian. Tak sedikit yang menganggap jika menyewa terlebih dahulu adalah skenario ideal untuk membeli rumah.
Namun, menunda untuk memiliki rumah tak semudah itu. Faktor utamanya adalah harga yang makin mahal dan tak sebanding dengan gaji yang didapatkan.
Karenanya, banyak orang yang memilih untuk menyewa atau mengontrak. Tapi sebenarnya, lebih untung mana membeli rumah atau sewa alias ngontrak?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perencana keuangan OneShildt Financial Planning Budi Rahardjo menjelaskan,secara finansial, membeli rumah adalah opsi yang lebih menguntungkan.
Pasalnya, dengan membeli berarti pengeluaran yang digunakan untuk menyewa dapat digunakan untuk membeli aset.
Menurut Budi, rumah menjadi salah satu aset penting dalam hidup. Selama seseorang masih hidup, maka rumah adalah kebutuhan dasar manusia.
Namun sayangnya, lanjut Budi, sebagai suatu kebutuhan dasar, rumah juga nilainya sangat besar dibandingkan rata-rata pendapatan.
Tak jarang pertimbangan membeli rumah dikesampingkan dan digantikan dengan menyewa rumah untuk pertimbangan lain yang dianggap lebih mendesak.
"Membeli rumah juga berarti kepemilikan jatuh pada pribadi yang membeli, sedangkan sewa tidak mengubah kepemilikan," ujar dia kepada CNNIndonesia.com, Jumat (16/2).
Budi menilai pertimbangan orang menyewa rumah antara lain mencari lokasi yang lebih strategis, kemudahan biaya perawatan, hingga mudah untuk mencari lokasi sewa lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan.
Namun, kata Budi, tetap ada risiko apabila tiba-tiba pemilik rumah ingin memanfaatkan rumah yang disewakan.
"Sehingga penyewa tidak dapat memperpanjang masa kontraknya dan mencari tempat lain atau apabila ada kenaikan biaya sewa setiap tahunnya," lanjutnya.
Kebutuhan akan tempat tinggal memang tidak dapat dihindari. Baik sewa maupun membeli ada masing-masing kelebihan dan kekurangannya. Maka itu, Budi menyarankan untuk memilih keputusan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing individu.
"Apalagi saat membeli rumah sebaiknya juga tidak melupakan biaya-biaya perawatan rumah yang tidak sedikit. Jadi sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan," sambung Budi.
Untung Rugi Kontrak vs Beli Rumah
Sementara Perencana Keuangan Andi Nugroho merinci keuntungan serta kerugian dari membeli vs mengontrak rumah. Berikut rinciannya.
Keuntungan Beli Rumah:
- Ketika cicilan berakhir atau sudah lunas, maka rumah akan menjadi hak milik.
- Ketika sudah menjadi hak milik, maka Anda bisa menjual rumah tersebut dan mendapatkan keuntungan dari kenaikan harganya dibandingkan dengan beli di awal dahulu.
- Tidak ada orang yang dapat menggusur Anda dari rumah tersebut sepanjang Anda disiplin selalu membayar cicilan.
- Akan lebih menguntungkan lagi bila pembeliannya secara cash. Sebab Anda tidak perlu terkena komponen bunga dibandingkan dengan bila membeli secara kredit.
Kerugian Beli Rumah:
- Harus menyiapkan dana awal sebesar kurang lebih 20 persen dari harga rumah sebagai DP dan pembayaran pertamanya, lalu juga memastikan memiliki dana untuk membayar cicilan bulanannya.
- Bila ternyata Anda tidak dapat membayar cicilan kreditnya, maka pihak pemberi kredit dapat melakukan penyitaan atas rumah Anda.
- Biaya perawatan, perbaikan rumah dan pembelian furniture menjadi tanggung jawab sendiri, termasuk juga pajak PBB.
- Terkadang karena keterbatasan kemampuan dana, Anda harus realistis dengan membeli rumah di lokasi yang bukan menjadi idaman kia, demikian pula dengan ukuran rumahnya.
- Harus beradaptasi dengan apapun lingkungan rumah meskipun dirasa kurang nyaman, karena tidak mungkin untuk pindah sebelum lunas KPR-nya, kecuali hendak membeli rumah kedua.
Bersambung ke halaman berikut...
Untung Rugi Kontrak Rumah
Perencana keuangan membagikan sejumlah hal yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk membeli atau mengontrak rumah. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra).
Untung Rugi Kontrak Rumah
Keuntungan Kontrak Rumah:
- Bisa punya banyak opsi yang disesuaikan dengan budget yang dimiliki, meliputi lokasi, ukuran rumah, ingin yang sudah full furnished atau belum.
- Tidak memerlukan biaya perawatan, karena merupakan tanggung jawab pemilik property.
- Dana yang dikeluarkan bisa lebih sedikit dibandingkan dengan membeli. Sebab, kalau membeli maka di awal kita harus menyediakan dana sekitar 20 persen dari harga rumah. Sementara bila mengontrak ibaratnya hanya perlu membayar cicilannya saja.
- Bila sudah bosan atau tidak nyaman dengan lingkungan rumah kontrakan, maka dengan mudah bisa pindah.
Kerugian Kontrak Rumah:
- Uang hilang. Karena selama apapun Anda membayar rumah kontrakan tersebut, maka rumah tersebut tidak akan pernah menjadi hak milik Anda.
- Meskipun merasa nyaman tinggal dirumah tersebut, Anda bisa sewaktu-waktu diminta pindah dan keluar dari kontrakan apabila pemilik property menghendaki dengan alasan apapun.
Andi menyimpulkan seseorang perlu mempertimbangkan antara membeli rumah atau mengontrak tergantung dari bujetnya.
[Gambas:Photo CNN]
"Kalau memang budget-nya banyak, paling menguntungkan beli rumah secara cash. Kalau budget-nya sangat terbatas dan belum ada dana sebesar 20 persen dari harga rumah, ya kontrak rumah paling realistis," ujar dia kepada CNNIndonesia.com.
Kendati demikian, sambung Andi, apabila memiliki dana cukup untuk membeli secara kredit, KPR bisa menjadi pilihan karena rumah terkait nantinya bisa dijual lagi apabila sudah luas.
"Kalau memang sudah ada dana yang cukup untuk membeli secara kredit, ya KPR menjadi pilihan yang menguntungkan karena nanti bisa dijual lagi bila sudah lunas," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN]