Kementan Ungkap Beras Oplosan Guyur Pasar saat Panen Raya

CNN Indonesia
Rabu, 02 Jul 2025 11:07 WIB
Satgas Pangan Kementan tengah mendalami dugaan pengoplosan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke kualitas premium. Ilustrasi. (CNNIndonesia.com/Rinaldi Sofwan Fakhrana).
Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) tengah mendalami dugaan pengoplosan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke kualitas premium.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahkan mengungkapkan kios diduga hanya menjual 20 persen dari beras SPHP yang dimilikinya. Sementara, 80 persen sisanya dioplos ke beras premium yang lebih mahal.

Karena tindakan itu, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp2 triliun per tahun.

"Yang dipajang adalah 20 persen, yang 80 persen dioplos. Oplos jadi premium, naik Rp2.000. Kalau 1,4 juta x 80 itu 1 juta ton, 1 juta ton x Rp2.000, Rp2 triliun kerugian negara per tahun," ungkap Amran di Kantor Kementan, Jakarta, Senin (30/6), seperti dikutip DetikFinance.

Amran menduga pengoplosan ini didukung oleh mafia beras. Selain itu, ada pihak yang tetap mendistribusikan SPHP di tengah musim panen raya. Padahal, bantuan SPHP resmi diberhentikan sementara sepanjang periode panen raya beberapa waktu lalu.

"Ini tidak boleh terjadi. Panen raya, kemudian diguyur SPHP, di Cipinang lagi. Lagi puncaknya 50 ribu ton per hari, stok, tiba-tiba diguyur SPHP," ungkapnya.

Amran menegaskan penindakan terhadap produsen pengoplos beras harus dilakukan segera untuk mencegah anomali pada komoditas beras.

Karenanya, Satgas Pangan mulai memanggil pemilik 212 merek beras medium-premium yang diduga dioplos.

"Ada 212 merek beras medium-premium harus ditindak," ujarnya.



(sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK