EDUKASI KEUANGAN

Kiat Atur Budget Libur Tahun Baruan Biar Dompet Tak Jebol

Dela Naufalia Fitriyani | CNN Indonesia
Sabtu, 29 Nov 2025 09:00 WIB
Tanpa perhitungan matang, pengeluaran liburan tahun baru kerap membengkak dan akhirnya mengganggu keuangan bulanan. Simak tipsnya. Ilustrasi. (Foto: iStock/Boyloso)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menjelang pergantian tahun, banyak orang mulai menyusun rencana liburan. Namun, tanpa perhitungan matang, pengeluaran kerap membengkak dan akhirnya mengganggu keuangan bulanan.

Mulai dari biaya transportasi, akomodasi, makan, hingga belanja oleh-oleh, semuanya perlu diperhitungkan secara realistis agar liburan tetap menyenangkan, tanpa menimbulkan beban baru setelah kembali beraktivitas.

Liburan juga termasuk kebutuhan tersier yang sebaiknya dilakukan hanya ketika kondisi finansial memungkinkan. Karena itu, menentukan tujuan, lama perjalanan, serta sumber dana menjadi langkah penting agar pengeluaran tidak melampaui kemampuan.

Jika tidak diperhatikan sejak awal, liburan justru berisiko membuat seseorang bergantung pada utang atau layanan paylater.

Lantas, apa saja kiat mengatur budget liburan akhir tahun?

1. Sesuaikan destinasi dengan anggaran yang dimiliki

Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho menegaskan langkah awal yang paling aman adalah menentukan destinasi berdasarkan kemampuan finansial.

Dengan prinsip ini, seseorang dapat menghindari liburan yang dipaksakan dan pada akhirnya mengandalkan kartu kredit atau paylater untuk menutup kekurangan.

"Bila pemaksaan tersebut terjadi maka biasanya gap dan kekurangan budgetnya akan ditutupi dengan pembiayaan dari kartu kredit ataupun paylater, di mana hal tersebut akan membuat kita di kemudian hari jadi harus membayar lebih besar lagi karena ada unsur bunganya," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (28/11).

Selain itu, kebiasaan tersebut berisiko mendorong perilaku dan membuat seseorang enggan menabung. Padahal, liburan seharusnya memberikan pengalaman, bukan membebani masa depan.

2. Tetapkan alokasi dana yang jelas

Andi merekomendasikan porsi 10 persen dari penghasilan disisihkan setiap bulan sebagai dana liburan. Di sisi lain, Perencana Keuangan OneShildt Consulting Budi Rahardjo mengusulkan alokasi 5 persen.

Perbedaan angka ini menunjukkan kebutuhan tiap orang bisa bervariasi, sehingga alokasi dapat disesuaikan dengan kondisi finansial masing-masing.

Yang terpenting, dana liburan sebaiknya tidak berasal dari utang. Budi menjelaskan sumber dana idealnya diambil dari tabungan, hasil investasi yang memang ditujukan untuk dinikmati atau sisa bonus dan THR.

"Untuk sumber dana sebaiknya tidak dari utang, tapi dari rencana tabungan liburan, hasil investasi yang ditujukan untuk dinikmati atau sisa bonus dan THR tahunan," ucapnya.

Bagi mereka yang memiliki pendapatan tidak tetap seperti pelaku usaha, perencanaan alokasi dana tetap bisa dilakukan namun harus menyesuaikan kondisi bisnis.

3. Hitung seluruh komponen biaya secara rinci dan realistis

Agar anggaran tidak bocor, Andi menyebut sejumlah komponen yang wajib dihitung, yakni biaya transportasi, akomodasi, uang makan dan jajan, belanja oleh-oleh, serta dana darurat. Daftar biaya ini membantu membuat estimasi yang lebih akurat sejak awal.

Budi juga mendorong perencanaan sedetail mungkin, terutama untuk perjalanan ke luar negeri yang memerlukan premi asuransi perjalanan, biaya visa, hingga biaya tambahan lain yang sering luput dari perhatian. Perhitungan rinci mencegah pengeluaran membengkak dan memastikan liburan tetap berada dalam batas anggaran.

4. Catat pengeluaran selama liburan

Andi menyarankan agar komponen biaya yang bersifat tetap, seperti tiket, BBM, tol, dan penginapan, dihitung sejak awal. Setelah itu, barulah anggaran untuk makan, jajan, dan oleh-oleh disusun.

Ia juga menyarankan menempatkan seluruh dana liburan dalam satu rekening khusus yang terhubung dengan mobile banking atau kartu debit, sementara dana lainnya dipisahkan untuk mencegah penggunaan yang tidak disengaja.

"Semua dana tersebut masukkan dalam satu rekening. Dana selebihnya sebaiknya dialihkan ke rekening lain agar terhindar dari penggunaan baik sengaja maupun tidak sengaja," ujarnya.

Sementara, Budi menambahkan pencatatan harian selama liburan sangat membantu menjaga pengeluaran tetap terkontrol. Jika ada satu pos yang melebihi alokasi, pos lain bisa segera disesuaikan. Dengan cara ini, pengeluaran tetap berada dalam batas aman, tanpa mengorbankan pengalaman berlibur.

5. Bijak memilih opsi liburan jika dana terbatas

Andi menilai dalam kondisi dana terbatas, pilihan liburan harus lebih realistis. Ada beberapa destinasi terjangkau di Jakarta dan sekitarnya seperti Ancol, PIK 2, Kebun Raya Bogor, Monas, TMII, taman kota, hingga sekadar berjalan-jalan di mal.

"Karena kita belum menabung dan budgetnya terbatas, maka kita harus realistis untuk mencari destinasi liburan yang paling terjangkau dengan budget kita," ujarnya.

Destinasi murah meriah ini tetap dapat memberikan pengalaman menyenangkan tanpa menambah beban finansial.

Budi menyarankan supaya anggaran liburan bisa ditambah dengan mengurangi pos pengeluaran yang kurang prioritas. Bentuk modifikasi lain bisa berupa mengubah durasi liburan, memilih transportasi yang lebih murah, atau mencari akomodasi yang lebih ramah di kantong.

Jika semua opsi sudah dicoba dan dana masih tidak mencukupi, ia menilai menunda liburan hingga kondisi lebih memungkinkan adalah pilihan paling aman.

(pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK