Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan posisi kas pemerintah hingga akhir 2025 mencapai Rp399 triliun. Dana tersebut sebagian ditempatkan di Bank Indonesia (BI) dan akan digunakan untuk belanja di awal 2026.
"Akhir tahun 2025 uang saya ada Rp 390-an triliun. Sebagian di bank sentral karena siap-siap untuk pengeluaran Januari (2026)," kata Purbaya dalam media briefing di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip detikfinance, Rabu (31/12).
Jika nanti dana tersebut masih berlebih, ia akan kembali menempatkannya di perbankan umum. Meskipun saat ini likuiditas perbankan dinilai masih cukup berkat sinkronisasi kebijakan pemerintah dan BI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan bantuan, dengan sinkronisasi kebijakan dengan bank sentral, perbankan sekarang cukup likuiditasnya," tutur Purbaya.
Sebelumnya, Purbaya mengaku sudah menarik secara bertahap dana pemerintah senilai Rp76 triliun dari penempatan Rp276 triliun di perbankan. Tujuan penarikan ini untuk memenuhi kebutuhan rutin belanja negara melalui kementerian atau lembaga (K/L).
Dana yang ditempatkan di perbankan itu berasal dari dana menganggur pemerintah di BI yang biasanya dalam bentuk Saldo Anggaran Lebih (SAL) maupun Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA).
"Itu buat belanja rutin. Buat belanja rutin kementerian lembaga. Jadi saya tarik seperti ditarik dari sistem, tapi langsung dibelanjain lagi, jadi langsung masuk ke sistem perekonomian," ucap Purbaya.
(fby/agt)