Bulog Rem Penyaluran Beras Murah SPHP di Sentra Produksi

CNN Indonesia
Jumat, 02 Jan 2026 15:12 WIB
Bulog akan mengurangi penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) atau beras murah di daerah-daerah sentra produksi pada tahun ini (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perum Bulog akan mengurangi penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) atau beras murah di daerah-daerah sentra produksi pada tahun ini

Awalnya Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penyaluran beras SPHP untuk tahun ini mencapai 1,5 juta ton.

"Penyaluran SPHP ini juga sama 1,5 juta ton dan direncanakan ini sepanjang tahun (2026)," ujar Rizal dalam konferensi pers di kantor pusat Bulog, Jumat (2/1).

Namun, Rizal menyampaikan saat puncak musim panen, yakni pada Maret, April, dan Agustus, penyaluran SPHP ke daerah-daerah sentra produksi akan dikurangi agar stok di pasaran tidak berlebihan.

"Di daerah-daerah sentra produksi pangan, penyaluran SPHP ini dikurangin, dikecilkan volumenya, tapi tetap dilakukan supaya tidak tumpah banyak di pasaran," tambahnya.

Kendati demikian, ia menekankan penyaluran SPHP ke daerah-daerah yang bukan sentra produksi akan tetap berjalan.

"Tapi khusus daerah-daerah sentra produksi pangan seperti Jawa, Sumatera, Sulawesi Selatan, NTB itu SPHP-nya dikecilkan volumenya, paham ya. Tapi yang lain tetap berjalan seperti biasa," jelas Rizal.

Menurutnya, Bulog akan menyalurkan beras SPHP langsung ke pengecer dan ritel di lapangan pada 2026, tidak lagi ke grosir atau distributor besar. Tujuannya untuk menghindari beras SPHP dioplos dan memotong jalur pendistribusian.

"Impact dari yang tahun lalu-lalu itu berasnya dioplos. Nah sedangkan sekarang tidak diserahkan langsung ke grosir-grosir, tapi dari Bulog langsung ke para pengecer sampai dengan ritel-ritel yang ada di lapangan, yang terdepan. Sehingga memotong jalur-jalur distribusi 1 dan distribusi 2," pungkasnya.

(fln/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK