Walkot Solo Sebut Coffee Shop Salah Satu Penyumbang Inflasi Tertinggi

CNN Indonesia
Minggu, 04 Jan 2026 04:01 WIB
Ilustrasi. Walkot Solo menyebut saat ini ada setidaknya 174 coffee shop baru di kota tersebut. (stevepb/Pixabay)
Solo, CNN Indonesia --

Wali Kota Solo, Jawa Tengah, Respati Ardi menyebut menjamurnya kafe kopi atau coffee shop turut berkontribusi terhadap tekanan inflasi di daerahnya.

Mulanya Respati menjelaskan tiga komoditas utama yaitu bawang merah, bawang putih, dan cabai masih menjadi penyumbang inflasi tertinggi.

Kemudian, dia menerangkan di luar bahan pangan tersebut, kenaikan inflasi di Solo juga didorong coffee shop yang semakin menjamur beberapa tahun terakhir.

"Coffee shop juga menjadi penyumbang inflasi di ekonomi kita," kata Respati, usai mendampingi Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan membuka Pasar Murah di Solo, Jumat (2/1).

Menurutnya, konsumsi kopi di masyarakat meningkat, seiring menjamurnya coffee shop. Akibatnya, permintaan biji kopi terkerek cukup tinggi.

Dia menilai kondisi tersebut berdampak pada kenaikan harga bahan baku yang tidak wajar.

"Karena demand yang cukup tinggi, harga biji kopi juga cukup tinggi. Ada harga-harga yang agak sedikit anomali," kata Respati.

Lebih dari 100 coffee shop baru di Solo

Respati mengungkapkan saat ini terdapat 174 coffee shop baru di Kota Solo.

Fenomena tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari tren gaya hidup masyarakat. Namun, ia mengingatkan bahwa lonjakan pertumbuhan industri yang terlalu drastis berpotensi tidak sehat bagi stabilitas ekonomi daerah.

"Kalau satu industri peningkatannya drastis pasti tidak sehat. Makanya ini perlu ada penengah, nanti pemerintah hadir sebagai penengah," kata dia.

Untuk menjaga stabilitas harga, Pemerintah Kota Solo berupaya menjaga pasokan biji kopi untuk menekan harga. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah penghasil biji kopi.

"Seperti Temanggung, dia juga penghasil kopi. Supaya harganya bisa stabil dan tidak saling 'bunuh'," kata Respati.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan per Oktober 2025 Kota Solo mengalami inflasi tahunan atau year on year (YoY) sebesar 2,73 persen.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi YoY tertinggi sebesar 12,29 persen. Di susul kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,21 persen dan kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran sebesar 3,69 persen.

(syd/kid)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Harga Pangan Naik, Warga Mulai Resah

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK